news

Sekolah Berjarak 100 Meter dari Pantai, SMPN 3 Puger Jember Latih Siswa Hadapi Gempa dan Tsunami

Jumat, 30 Januari 2026 | 14:21 WIB
PMI Jember dampingi simulasi Tsunami di SMPN 3 Puger, edukasi siswa hadapi risiko gempa pantai selatan (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Berada di kawasan pesisir selatan Jawa yang masuk dalam zona megathrust, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggelar simulasi bencana gempa bumi dan tsunami pada Jumat 30 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah terhadap potensi bencana alam.

Letak sekolah yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari garis pantai selatan menjadi alasan utama dilaksanakannya simulasi tersebut. Seluruh siswa berjumlah 165 orang bersama 13 guru mengikuti kegiatan dengan serius dan tertib. Simulasi dilakukan setelah kegiatan senam pagi, dengan skenario bencana yang dirancang menyerupai kondisi nyata saat gempa terjadi di tengah aktivitas belajar mengajar.

Baca Juga: PMI Jember Inovasi Donor Darah Lewat Program Suvenir Beras, Pendonor Pemula Meningkat Signifikan

Fasilitator Palang Merah Remaja (PMR) Madya, Nur Lailiyati, menjelaskan bahwa simulasi dimulai dengan skenario gempa bumi di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa. Saat gempa digambarkan terjadi, siswa dan guru langsung melakukan langkah penyelamatan diri, seperti melindungi kepala dan berlindung di bawah meja untuk menghindari benda jatuh.

“Setelah guncangan berhenti, seluruh warga sekolah diarahkan keluar kelas dengan tertib menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Jika muncul tanda-tanda potensi tsunami, siswa mengikuti jalur evakuasi menuju lokasi aman,” jelasnya.

Dalam simulasi tersebut juga diperagakan penanganan korban luka. Seorang siswa yang disimulasikan mengalami cedera mendapatkan pertolongan pertama dari anggota PMR sekolah sebelum dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan di fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga: Aksi Kemanusiaan Warga Sumberjambe, Donor Darah PMI Hasilkan 37 Kantong untuk Perkuat Stok Darah Jember

Kegiatan ini penting mengingat kawasan selatan Jawa dikenal sebagai wilayah rawan gempa akibat zona megathrust. Para ahli memprediksi zona ini berpotensi memicu gempa besar hingga magnitudo 9, yang dapat disertai ancaman tsunami.

Salah satu siswa kelas VIII, Valentina Isabel, mengaku simulasi ini membuatnya lebih memahami langkah-langkah penyelamatan diri. “Saya jadi tahu apa yang harus dilakukan saat gempa di kelas, seperti melindungi kepala, masuk kolong meja, menjauhi kaca, dan mengikuti arahan guru tanpa panik,” ujarnya.

Kepala SMPN 3 Puger, Solikin, menegaskan bahwa edukasi kebencanaan telah menjadi bagian dari perencanaan sekolah. Menurutnya, guru memiliki peran penting untuk terus mengingatkan siswa agar pengetahuan tersebut melekat dan dapat diterapkan di lingkungan rumah.

Baca Juga: Luapan Sungai Kepung Jember Rabu Sore, Puluhan Rumah Terendam, PMI Bergerak Lakukan Penanganan Awal

“Kami berharap bencana tidak terjadi, tetapi kesiapsiagaan tetap harus dibangun sejak dini, mengingat posisi sekolah yang dekat dengan laut,” kata Solikin.

Sementara itu, Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Eviyan Efendi, mengapresiasi pelaksanaan simulasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi geografis sekolah yang memiliki risiko tinggi terhadap gempa dan tsunami.

Halaman:

Tags

Terkini