SketsaNusantara.id - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar turut buka suara tanggapi produk Whip Pink yang ramai menjadi perbincangan di media sosial.
Taruna mengungkap bahwa gas Whip Pink tersebut mengandung Nitrogen Oksida N2O.
Saat menghirupnya, kata Taruna, akan memberikan sensasi rileks.
Baca Juga: Gas Tertawa N2O Ramai Disorot Usai Isu Wafatnya Lula Lahfah, Pakar Tegaskan Bukan Narkoba
Selain itu, gas Whip Pink juga akan memunculkan euforia atau perasaan bahagia yang ekstrem, berlebihan, dan tidak sesuai dengan keadaan.
Efek itulah yang membuat seseorang akan ketergantungan pada Whip Pink.
"Ini bisa memberikan efek euforia, efek ketergantungan, minimal ketergantungan psikologis," katanya, dilansir dari akun Instagram @lambegosiip.
Baca Juga: Bukan 7 Orang? Usut Kematian Lula Lahfah, Polda Metro Jaya Periksa 10 Saksi Termasuk Reza Arap
Bahkan Taruna menduga penyebab meninggalnya influencer yang diduga Lula Lahfah baru-baru ini karena produk tersebut.
"Saya kira salah satu influencer itu meninggalnya karena itu," imbuhnya.
Dikatakan Taruna bahwa mengkonsumsi Whip Pink yang tidak sesuai dapat mengganggu sistem peredaran darah.
Bukan hanya itu saja, Whip Pink juga dapat menurunkan suplai oksigen ke tubuh atau terjadi iskemia.
Hal tersebutlah yang membuat pihaknya bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kementerian Kesehatan tengah mengatur lebih ketat tentang penggunaan Whip Pink gas di Indonesia.
"Kami kerja sama untuk pengawasannya dengan Badan Narkotika Nasional, dengan Kepolisian, dengan Kementerian Kesehatan. Jadi itu yang akan kami lakukan," tegasnya.