news

Simulasi Detik-Detik Gempa 6,5 di Jember, 885 Pelajar dan Guru Evakuasi dari Gedung 3 Lantai

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:04 WIB
Simulasi gempa bumi dan evakuasi di SMKN 4 Jember, Jawa Timur. (Dok. PMI Jember)

SketsaNusantara.id - Rabu siang, 28 Januari 2026, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Getaran terasa kuat di dalam dan luar bangunan. Aktivitas warga mendadak terhenti akibat kepanikan.

Situasi tersebut juga dirasakan di lingkungan SMKN 4 Jember. Sebanyak 885 siswa, 40 anggota PMR, dan 20 guru berada di sekolah. Sebagian besar sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas.

Baca Juga: Didominasi Pendonor Pemula, Aksi Donor Darah PMR Wira SMAN 1 Kalisat Jember Tunjukkan Kepedulian Generasi Muda

Getaran gempa membuat pelajar dan guru segera melakukan penyelamatan diri. Bangunan sekolah terdiri dari tiga lantai. Risiko reruntuhan menjadi perhatian utama saat gempa terjadi.

Untuk menghindari bahaya, siswa menutup kepala menggunakan tas masing-masing. Sebagian berlindung di bawah meja kelas. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi reruntuhan atap ruangan.

Getaran gempa berlangsung sekitar 15 detik. Setelah kondisi dinyatakan aman, seluruh pelajar dan guru keluar ruangan. Mereka mengikuti jalur evakuasi yang telah disiapkan pihak sekolah.

Baca Juga: Didominasi Pendonor Pemula, Aksi Donor Darah PMR Wira SMAN 1 Kalisat Jember Tunjukkan Kepedulian Generasi Muda

Saat evakuasi, peserta tetap menutup kepala menggunakan tas. Prosedur ini dilakukan sebagai langkah perlindungan diri. Jalur evakuasi mengarahkan mereka ke titik kumpul aman.

Dalam simulasi tersebut, lima siswa mengalami luka di bagian kepala. Satu siswa dilaporkan mengalami patah tulang pada bagian kaki. Seluruh korban langsung mendapatkan penanganan awal.

Tim medis PMI Kabupaten Jember segera tiba di lokasi. Dua personel medis dan satu unit ambulans dikerahkan. Pertolongan pertama diberikan sebelum korban dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Gempa yang melibatkan pelajar tersebut merupakan bagian dari simulasi kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini digelar PMI Kabupaten Jember bersama Palang Merah Jepang. Simulasi bertujuan melatih respons cepat saat gempa.

“Tadi kita melakukan langkah langkah penyelamatan diri kita saat terjadi bencana gempa bumi mulai menutup kepala dengan tas agar aman dari reruntuhan atap dan berlindung dibawah meja sebelum akhirnya kita keluar ruangan mengikuti jalur evakuasi,” ujar Aisyah Rizki Putri, siswi kelas 11 SMKN 4 Jember.

Simulasi ini diikuti seluruh pelajar dan tenaga pendidik. Guru dilibatkan agar memahami langkah awal saat bencana terjadi.

Halaman:

Tags

Terkini