Pengetahuan ini diperlukan untuk melindungi diri dan peserta didik.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Society and Community Resilience. Program ini hasil kerja sama PMI Kabupaten Jember dan Japanese Red Cross Society. Program dilaksanakan di sejumlah sekolah di Jember.
Total terdapat 11 sekolah yang mengikuti program ini. Sekolah yang terlibat berasal dari jenjang SD hingga SMA dan SMK. Fokus kegiatan mencakup pelatihan dan manajemen tanggap darurat.
“Terkait simulasi di SMKN 4 Jember ini, kita dari PMI Kabupaten Jember bekerjasama dengan Palang Merah Jepang ingin tahu bagaimana kesiapsiagaan siswa ketika menghadapi situasi bencana utamanya gempa,” kata Zainollah S.Pd, Ketua PMI Kabupaten Jember.
Melalui simulasi ini, sekolah diharapkan memiliki kesiapsiagaan bencana. Penerapan konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana terus diperkuat. Upaya ini ditujukan untuk mengurangi risiko saat gempa terjadi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
SIBAT Tumpakrejo Jadi Contoh Nasional, PMI Jember Studi Tiru Kemandirian Relawan Bencana Berbasis Desa dan Ekonomi Kreatif
Menghadapi Ancaman Megathrust, Sibat PMI Jember Lakukan Reboisasi dan Sosialisasi Mitigasi di Pesisir Selatan
PMI Jember Kembali Kirim Relawan ke Aceh, Bertugas Olah Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor
3 Fakta Kasus Carok Antarsaudara di Kalisat Jember yang Diduga Karena Sengketa Warisan, Kronologi hingga Jumlah Korban
Cetak Pendonor Muda Sejak Dini, PMR Wira MAN 2 Jember Sukses Himpun 35 Kantong Darah
Aksi Donor Darah di SMA Negeri 1 Tanggul Hasilkan 25 Kantong, Pendonor Pemula PMR Ikut Perkuat Stok PMI Jember