news

BRI Bahas Peran UMKM dalam Keuangan Berkelanjutan pada Negara Berkembang dalam Global Forum WEF Davos 2026

Minggu, 25 Januari 2026 | 11:59 WIB
Direktur Utama BRI saat menghadiri WEF Davos 2026 (Dok. BRI)

Keuangan berkelanjutan tidak diposisikan sebagai program tambahan, melainkan menjadi bagian dari aktivitas pembiayaan harian yang menyentuh jutaan pelaku usaha.

“Tidak akan ada transisi hijau yang berhasil dan tidak akan ada pertumbuhan yang inklusif tanpa UMKM yang ikut bergerak maju bersama. Keberlanjutan yang sesungguhnya terjadi ketika pembiayaan menjangkau desa-desa, petani, serta pelaku usaha mikro di Indonesia,” ucapnya.

Baca Juga: Kebab Endul di Bekasi, Usaha Frozen Food Binaan Rumah BUMN Jakarta yang Sukses Terapkan Zero Waste dan Dukung LinkUMKM BRI

Hery juga menyoroti meningkatnya tuntutan global terhadap pembiayaan berkelanjutan yang kini berfokus pada dampak nyata, transparansi, dan kualitas pelaksanaan.

Oleh karena itu, kemampuan eksekusi di tingkat lokal menjadi faktor penentu agar pembiayaan berkelanjutan tidak berhenti di atas kertas.

“BRI sendiri menjalankan peran sebagai anchor bank, dengan menjalin kemitraan bersama pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, serta lembaga multilateral untuk menyalurkan pembiayaan campuran (blended finance) kepada pelaku UMKM. Tanpa dukungan institusi lokal yang kuat, pembiayaan berkelanjutan berisiko hanya berhenti pada tataran konsep, tanpa memberikan dampak nyata di lapangan,” ujar Hery Gunardi.

Digitalisasi menjadi elemen penting dalam memperluas jangkauan pembiayaan berkelanjutan hingga ke akar rumput.

Pemanfaatan teknologi dinilai mampu meningkatkan efisiensi pembiayaan, memperluas akses bagi pelaku UMKM, sekaligus memperkuat penerapan prinsip ESG di segmen usaha kecil dan mikro.

Upaya tersebut sejalan dengan peran BRI sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Hingga September 2025, porsi kredit UMKM konsolidasian BRI mencapai 80,02 persen dari total portofolio kredit, atau setara Rp1.150 triliun.

Selain pembiayaan, BRI juga memperluas dampak melalui program pengembangan kapasitas UMKM seperti Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, dan platform LinkUMKM.

Program ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Tags

Terkini