SketsaNusantara.id - Indonesia Financial Group menegaskan kesiapan menjalankan transformasi bisnis secara menyeluruh pada 2026. Agenda ini menjadi arah strategis bagi seluruh anggota holding dalam menghadapi dinamika industri keuangan nasional.
Transformasi tersebut menempatkan manajemen risiko dan pendekatan customer centric sebagai fokus utama. IFG juga mendorong ekspansi bisnis yang berdampak langsung pada peningkatan nilai perusahaan secara berkelanjutan.
Penegasan ini disampaikan Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, dalam Town Hall Awal Tahun. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran manajemen dan karyawan IFG Group dari berbagai entitas.
Pada kesempatan itu, manajemen menyampaikan Transform Business sebagai tema strategis IFG sepanjang 2026. Tema tersebut menjadi payung seluruh aktivitas dan inisiatif perusahaan ke depan.
“Transformasi bisnis IFG diarahkan untuk menciptakan nilai yang melampaui profitabilitas semata, dengan memperkuat tata kelola serta menghadirkan layanan yang semakin relevan bagi kebutuhan pelanggan, berlandaskan semangat melayani sepenuh hati,” ujar Hexana.
Sejalan dengan agenda tersebut, IFG menegaskan komitmen penerapan nilai perusahaan secara konsisten. Nilai itu diterapkan oleh seluruh insan IFG Group dan anggota holding.
Baca Juga: 5 Tahun Berdiri, IFG Corporate University Resmi Masuk Jajaran Corporate Learning Kelas Dunia
Nilai perusahaan tercermin dalam disiplin pengelolaan risiko dan kepatuhan tata kelola. Prinsip integritas juga ditekankan dalam setiap pengambilan keputusan bisnis.
Pendekatan bisnis IFG menempatkan pelanggan sebagai pusat layanan. Perusahaan juga mendorong keunggulan kinerja berkelanjutan serta kolaborasi lintas entitas.
Transformasi bisnis IFG ditopang oleh penguatan kapabilitas digital. Digitalisasi menjadi enabler utama dalam penciptaan nilai bagi pelanggan.
Hingga akhir 2025, aplikasi One by IFG mencatat pertumbuhan signifikan. Jumlah unduhan melampaui 500 ribu pengguna.
Aplikasi tersebut didukung lebih dari 370 ribu pengguna aktif. Tercatat lebih dari 250 ribu transaksi lintas layanan.
Layanan tersebut mencakup sektor kesehatan, perlindungan, dan investasi. Seluruh proses terintegrasi dalam satu ekosistem digital.