SketsaNusantara.id – Langkah strategis diambil oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember dalam upaya meminimalisir risiko bencana alam.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menginisiasi konsolidasi besar-besaran dengan merangkul seluruh elemen relawan di wilayah tersebut.
Sejak dilantik pada 2 Januari lalu, Edy Budi Susilo terus bergerak cepat melakukan penguatan internal dan eksternal. Salah satu fokus utamanya adalah menyatukan potensi relawan yang tersebar di berbagai penjuru Jember, mulai dari wilayah timur, barat, utara, barat daya, hingga pusat kota.
Baca Juga: BPBD Jember Bergerak Cepat Evakuasi Mobil Operasional yang Terperosok Akibat Longsor
Sebagai bentuk dukungan nyata bagi para relawan, BPBD Jember kini menyediakan sebuah fasilitas Rumah Singgah atau Posko Relawan Siaga Bencana.
Edy menjelaskan bahwa posko ini berfungsi sebagai titik temu dan koordinasi bagi para relawan yang selama ini telah aktif bergerak di lapangan.
"Kami ingin memberikan sebuah tawaran kebersamaan. Jember memiliki potensi relawan yang luar biasa besar. Hari ini kita kumpulkan mereka untuk meneguhkan semangat dalam mengurangi risiko bencana di Kabupaten Jember," ujar Edy Budi Susilo, Jumat 23 Januari 2026 malam.
Meski kendali operasional tetap berada di bawah Pusdalops, keberadaan rumah singgah ini diharapkan mempermudah komunikasi 24 jam dengan tim reaksi cepat (TRC).
“Dengan adanya wadah ini, deteksi dini dan penanganan bencana diharapkan bisa dilakukan dengan lebih cepat dan efektif,” imbuhnya.
Selain memperkuat koordinasi, Edy juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat terkait kondisi cuaca. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi diprediksi masih akan mengguyur wilayah Jember hingga 31 Januari mendatang.
Baca Juga: Libur Panjang Isra Mi’raj, BPBD Jember Perketat Pengamanan di Destinasi Wisata
Beberapa poin imbauan penting yang disampaikan oleh Kepala BPBD Jember di antaranya, masyarakat diminta untuk menjauhi area sungai dan pantai mengingat tingginya risiko kecelakaan air yang belakangan ini kerap terjadi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI