SketsaNusantara.id - Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember kembali mengirimkan relawan untuk membantu korban bencana hidrometerologi.
Penugasan ini menjadi yang ketiga kalinya dilakukan PMI Jember. Fokus bantuan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatra Utara. Dampak yang muncul tidak hanya kerusakan permukiman. Krisis air bersih menjadi persoalan utama di lokasi terdampak.
Pada Selasa sore, 20 Januari 2026, PMI Jember memberangkatkan satu relawan. Relawan tersebut adalah M. Faiturahman. Ia sehari-hari bertugas sebagai staf Penanggulangan Bencana PMI Jember.
M. Faiturahman ditugaskan memperkuat Tim Water, Sanitation and Hygiene atau WASH. Lokasi penugasannya berada di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Ia bergabung bersama tiga relawan lain asal Jawa Timur.
Tim WASH bertugas melakukan pengolahan air bersih. Sumber air yang digunakan berasal dari sungai dengan tingkat kekeruhan tinggi.
Air tersebut diolah agar layak dikonsumsi warga terdampak bencana.
“Hari ini saya bersama tiga relawan lain dari Jawa Timur akan bergabung dalam tim WASH yang ada di Propinsi Aceh untuk membantu warga terdampak bencana dalam pemenuhan air bersih yang dibutuhkan setiap hari,” ujar M. Faiturahman.
Kebutuhan air bersih di wilayah terdampak bencana dinilai sangat mendesak. Banyak sumber air tercemar lumpur akibat banjir.
Kondisi tersebut menyulitkan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah daerah dan sejumlah pihak telah mendistribusikan jutaan liter air bersih. Namun jumlah tersebut belum sepenuhnya mencukupi.
Tingginya jumlah warga terdampak membuat pasokan air terbatas.