news

Kasus Pendaki Tewas karena Hipotermia di Gunung Slamet, Inilah Para 'Pembunuh Senyap' yang Paling Ditakuti Pendaki

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:30 WIB
Ilustrasi pendakian gunung (Pixabay Elf-Moondance)

Frostbite merupakan kondisi yang umum dialami pendaki gunung es atau wilayah bersuhu ekstrem.

Jika hipotermia menyerang organ dalam, maka frostbite menyerang bagian luar tubuh. Cedera ini disebabkan oleh membekunya jaringan kulit dan jaringan di bawahnya, terutama pada jari tangan, jari kaki, hidung, dan telinga.

Dalam kondisi ekstrem, cairan di dalam sel tubuh membeku dan membentuk kristal es yang merusak struktur sel.

Jika telah mencapai tahap deep frostbite, jaringan akan mati, berubah warna menjadi hitam, dan sering kali harus diamputasi untuk mencegah infeksi menyebar ke seluruh tubuh.

Selain ancaman suhu ekstrem, terdapat risiko kesehatan lain yang kerap datang tanpa disadari oleh pendaki.

• AMS (Acute Mountain Sickness)
Penyakit ketinggian yang disebabkan oleh rendahnya kadar oksigen. Gejalanya meliputi pusing hebat, mual, dan sesak napas. Jika pendakian tetap dipaksakan, kondisi ini dapat berakibat fatal.

• Disorientasi dan halusinasi
Kombinasi kelelahan fisik ekstrem, kelaparan, dan kekurangan oksigen dapat memicu disorientasi dan halusinasi. Pendaki bisa salah melihat jalur atau merasa mendengar suara-suara tertentu, yang sering menyebabkan mereka keluar dari jalur aman dan tersesat seperti yang terjadi dalam banyak kasus orang hilang di gunung.

Gunung tidak akan ke mana-mana. Namun nyawa tidak bisa kembali.

Karena itu, sebelum mendaki, persiapkan diri secara matang: kemampuan, fisik, mental, peralatan, dan yang tak kalah penting, dengan siapa kamu mendaki.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini