Namun, ia dikabarkan memutuskan untuk drop out (DO) pada semester awal demi fokus mengembangkan bisnis dan mendalami dunia investasi digital, khususnya kripto.
Meski tidak menyelesaikan pendidikan formalnya, Timothy Ronald tercatat aktif membangun personal branding sebagai influencer finansial. Ia dikenal sebagai seorang investor dan edukator finansial termuda bahkan dijuluki sebagai "Raja Kripto".
Dikutip dari akun LinkedIn miliknya, pria kelahiran 22 September 2000 itu pernah diundang sebagai pembicara di Kementerian Keuangan, termasuk di lingkungan kampus seperti Universitas Indonesia (UI).
Sebelum dikenal luas sebagai "Raja Kripto Indonesia", Timothy juga membangun beberapa komunitas dan kanal edukasi seputar investasi.
Namun, popularitas tersebut tak lepas dari kontroversi. Ia kerap menuai kritik akibat pernyataannya yang dianggap menyinggung banyak pihak.
Timothy Ronald pernah mendapat sorotan tajam publik usaimenyebut kemiskinan sebagai pilihan, menyebut orang miskin penakut, hingga memamerkan gaya hidup mewah yang dinilai kurang sensitif di tengah kondisi masyarakat yang berjuang di tengah kondisi ekonomi sulit saat ini.
Pegiat media sosial Balqis Humaira juga kritis menilai figur Timothy Ronald berada di posisi "abu-abu", mengingat latar belakang pendidikannya yang terbilang meragukan.
Di satu sisi menjadi inspirasi banyak anak muda, namun di sisi lain berpotensi menjadi sasaran kritik dan persoalan hukum ketika muncul pihak-pihak yang merasa dirugikan.
Bukan pertama kalinya, Timothy ROnald
Pelaporan Timothy Ronald ke polisi pun menuai beragam reaksi warganet. Sebagian menilai kasus ini sebagai bentuk "karma" atas ucapannya di masa lalu, sementara lainnya menduga adanya pengalihan isu.
Tak sedikit pula yang mengingatkan publik untuk tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini