news

Pandawara Dirikan Museum Sampah Pertama di Indonesia untuk Ruang Edukasi Publik Mengenai Waste Management

Senin, 12 Januari 2026 | 12:30 WIB
Terkenal dengan aksi bersih-bersih sampah, Pandawara dirikan museum sampah pertama di Indonesia sebagai ruang edukasi publik mengenai waste management. (instagram/pandawaragroup)

Museum ini juga berfungsi sebagai pengingat bahwa tidak seharusnya sampah dibuang secara sembarangan dan tidak pada tempatnya.

“Tujuannya adalah sebagai pelajaran untuk kita bahwa tidak etis ketika sampah-sampah tersebut ada di tempat yang tidak seharusnya,” sambungnya.

Di samping itu, di museum ini Pandawara juga mengklasifikasikan berbagai jenis sampah dan berapa lama sampah tersebut dapat terurai.

“Dan ada jenis-jenis sampah yang paling sering kami temukan di sungai serta kami berikan keterangan dan waktu untuk terurainya,” imbuhnya.

Selain sampah, museum ini juga memperlihatkan data sejarah apa saja yang telah Pandawara lakukan dalam usaha pembersihan sampah.

“Selain itu perahu canggih milik kami pun sengaja kami pajang, ada juga data sejarah yang sudah kami lakukan selama ini,” katanya.

Organisasi yang bergerak sejak Agustus tahun 2022 ini sudah mencetak banyak penghargaan dan prestasi di bidang lingkungan.

“Di sudut lain kami pun perlihatkan sedikit cerita tentang kami awal berdiri hingga saat ini disertai dengan beberapa pajangan, tropi, penghargaan yang kami terima,” ungkapnya.

Tidak hanya ‘memamerkan’ sampah hasil buruan mereka, Pandawara juga memberikan edukasi mengenai daur ulang sampah.

“Ada space small exhibition yang di dalamnya ada area upcycling sampah plastik yang kami ubah dari sampah plastik menjadi barang yang bernilai seperti tatakan gelas keychain dan pot bunga,” jelasnya.

Untuk sampah yang bisa terurai dengan cepat, Pandawara juga menyediakan area khusus untuk membuat kompos atau pupuk organik.

“Ada juga area komposting untuk pemrosesan sampah organik dan sampah makanan,” terangnya.

Tujuan dari pendirian museum ini adalah agar masyarakat semakin teredukasi akan pentingnya kebersihan.

“Semua ini hanya upaya percobaan kecil yang kami sengaja buat karena tempat ini ingin kami jadikan sebagai ruang edukasi publik,” jelasnya.

Dari museum ini, masyarakat juga bisa belajar dalam mengelola sampah organik dan anorganik agar tidak semakin mencemari lingkungan.

Halaman:

Tags

Terkini