SketsaNusantara.id - Perjalanan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kerap lahir dari situasi yang tidak mudah. Hal itulah yang dialami Dewi Aminah, pelaku UMKM asal Solo yang berhasil membangun Iswara Food, produsen bumbu dan tepung bumbu kemasan, setelah melewati rangkaian tantangan hidup yang panjang.
Sebelum dikenal sebagai pelaku usaha kuliner, Dewi mengelola bisnis batik di Pasar Klewer sejak awal pernikahannya. Usaha tersebut sempat menjadi sumber utama penghidupan keluarga hingga musibah kebakaran besar melanda Pasar Klewer dan menghanguskan seluruh aset usahanya. Peristiwa tersebut memaksanya untuk kembali memulai hidup dari titik nol.
Cobaan belum berhenti. Pada tahun 2000, anak ketiganya lahir dengan kondisi autisme dan hiperaktif. Kondisi tersebut mendorong Dewi untuk belajar menyiapkan makanan sehat yang sesuai dengan kebutuhan sang anak. Dari proses itulah ia mulai mengenal dunia pengolahan bumbu dan tepung, meski sebelumnya tidak memiliki latar belakang memasak.
Berangkat dari kebutuhan keluarga, Dewi kemudian mengembangkan produk bumbu dan tepung kemasan dengan pendekatan berbeda. Ia memanfaatkan tepung mokaf sebagai bahan dasar untuk berbagai produk, seperti tepung ayam krispi dan tepung tempe mendoan, yang kini dipasarkan dengan merek Iswara Food.
Perkembangan usaha Iswara Food semakin signifikan setelah Dewi bergabung dalam program BRIncubator yang diselenggarakan melalui Rumah BUMN BRI Solo. Program ini memberikan pelatihan dan pendampingan intensif yang membuka wawasan baru bagi Dewi dalam mengelola bisnis secara lebih profesional.
Melalui BRIncubator, Dewi mendapatkan pembekalan terkait strategi pemasaran digital, pengelolaan toko daring, peningkatan kualitas produksi, hingga pengemasan produk yang lebih kompetitif. Hasilnya, produk Iswara Food mulai dikenal lebih luas dan berkesempatan tampil dalam ajang BRI Expo 2024, yang mempertemukan UMKM dengan pasar yang lebih besar.
Baca Juga: Pertama di Indonesia, BRI Kantongi TMMi Level 3 dan ISO 29119 untuk Pengujian Sistem Aplikasi
Pendampingan dari BRI tidak hanya berdampak pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga menumbuhkan semangat berbagi. Dewi kini aktif memberdayakan ibu-ibu di sekitarnya, termasuk ibu dari anak yatim dan istri warga binaan, untuk memulai usaha rumahan dengan modal terbatas. Mereka dibimbing mulai dari proses produksi, pendampingan rutin, hingga pengurusan perizinan seperti PIRT dan sertifikasi halal.
Di sisi lain, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa BRIncubator merupakan program khusus bagi UMKM binaan Rumah BUMN yang telah melalui proses kurasi. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar lebih siap bersaing dan naik kelas secara berkelanjutan.
Menurutnya, melalui BRIncubator, BRI mendorong UMKM untuk memperkuat daya saing melalui peningkatan literasi bisnis, digitalisasi, serta kemudahan akses pembiayaan dan pasar. Dengan pendampingan yang terarah, UMKM diharapkan mampu menciptakan nilai tambah dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.
Baca Juga: Didukung BRI, Kriti by Lusy Dorong Tenun dan Lurik Nusantara Tembus Pasar Global Lewat Desain Modern
Kisah Iswara Food menjadi bukti bahwa dengan ketekunan, inovasi, dan dukungan yang tepat, UMKM mampu bangkit dari keterbatasan dan berkembang menjadi usaha yang berdaya saing serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.***