Tak heran jika selama 7 hari pendaftaran, puluhan siswa berbondong-bondong untuk ikut mendaftar hingga angkanya mencapai 46 orang.
Selain mendatangkan ambulans, Berliana juga mengungkapkan cerita dalam simulasi tersebut.
“Waktu itu ceritanya ada bullying di sekolah dan ada pihak tidak terima sehingga terjadi perkelahian,” ungkapnya.
Selanjutnya, jatuh korban luka-luka yang kemudian diberikan pertolongan pertama hingga dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Salah satu dari mereka ada yang luka-luka, dan kita sebagai KSR langsung memberikan pertolongan pertama sebelum mereka dirujuk ke puskesmas,” imbuhnya.
Dokumentasi simulasi tersebut juga mendapatkan banyak apresiasi usai diunggah di media sosial.
Ketertarikan siswa untuk bergabung di KSR Wira SMKN 6 Jember pun kian meningkat usai unggahan tersebut viral hingga menjadi trending topic.
Harapan PMI Jember atas Diklat PMR Wira
Dalam acara pembukaan diklat yang digelar di markas PMI di Jalan Jawa Nomor 57, turut hadir Sekretaris PMI Jember, Ghufron Evian Efendy.
Pada kesempatan tersebut, Ghufron mengungkapkan harapannya pada para peserta.
“Saya harap adik-adik semua untuk bisa serius mengikutinya, sehingga jiwa kepedulian bisa terbentuk sejak saat ini,” ujar Ghufron.
Dalam diklat kali ini, peserta juga akan mendapatkan pembekalan dari fasilitator PMI Jember.
Adapun materi yang disampaikan meliputi pertolongan pertama, sejarah kepalangmerahan, kepemimpinan, kesehatan, kesiapsiagaan bencana hingga sanitasi kesehatan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!