SketsaNusantara.id - Upaya untuk menemukan Syafiq Ridhan Ali Razan, seorang pelajar asal Kota Magelang yang hilang saat mendaki Gunung Slamet, terus memperoleh dukungan dari berbagai pihak.
Meski operasi pencarian di lapangan dinyatakan ditutup oleh pihak berwenang, harapan agar Syafiq dapat ditemukan dalam keadaan selamat tak pernah padam, baik dari masyarakat maupun dari Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang.
Pemkot Magelang mengambil langkah konkret dengan menggalang donasi guna membantu keluarga Syafiq dan mendukung kebutuhan operasional pencarian.
Baca Juga: Mengharukan Perjuangan Ayah Mendaki Gunung Slamet Demi Mencari Anak Hilang Kisah Dhani Rusman yang Menyentuh Hati Warganet
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @mountnesia menyebut bahwa pengumpulan donasi melibatkan jajaran pemerintah kota hingga unit kerja di bawahnya. Donasi kemudian disalurkan ke pos operasi pencarian serta keluarga korban.
Asisten I Sekretaris Daerah Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarno, mengungkapkan bahwa penggalangan donasi dilakukan atas dasar empati dan solidaritas.
“Sejak upaya pencarian dinyatakan ditutup pada Senin 5 Januari 2026 kemarin, Plt Sekda Kota Magelang mengumpulkan kepala OPD untuk menggalang donasi empati,” kata Fajar sebagaiman dikutip dari akun Instagram @mountnesia.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @mountnesia menyebut bahwa pengumpulan donasi melibatkan jajaran pemerintah kota hingga unit kerja di bawahnya. Donasi kemudian disalurkan ke pos operasi pencarian serta keluarga korban.
Asisten I Sekretaris Daerah Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarno, mengungkapkan bahwa penggalangan donasi dilakukan atas dasar empati dan solidaritas.
“Sejak upaya pencarian dinyatakan ditutup pada Senin 5 Januari 2026 kemarin, Plt Sekda Kota Magelang mengumpulkan kepala OPD untuk menggalang donasi empati,” kata Fajar sebagaiman dikutip dari akun Instagram @mountnesia.
Baca Juga: Inilah Nur Aini Guru Pasuruan yang Viral! Curhat Mengajar di Lereng Gunung Bromo Berakhir Pemecatan
Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa upaya donasi bukan hanya respons spontan, tetapi juga bagian dari tindakan terkoordinasi yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah.
Pengumpulan donasi dilakukan tidak hanya oleh kantor pemerintah pusat kota, tetapi juga di tingkat kecamatan, kelurahan, dan badan usaha milik daerah.
Hal ini menegaskan bahwa dukungan terhadap keluarga Syafiq datang dari seluruh ekosistem pemerintah daerah, bukan hanya dari satu institusi.
Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa upaya donasi bukan hanya respons spontan, tetapi juga bagian dari tindakan terkoordinasi yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah.
Pengumpulan donasi dilakukan tidak hanya oleh kantor pemerintah pusat kota, tetapi juga di tingkat kecamatan, kelurahan, dan badan usaha milik daerah.
Hal ini menegaskan bahwa dukungan terhadap keluarga Syafiq datang dari seluruh ekosistem pemerintah daerah, bukan hanya dari satu institusi.
Baca Juga: Cucu Megawati 'Turun Gunung' Jaga Marwah Kandang Banteng, Dilantik Sebagai Pengurus DPD PDIP, Siapa Dia?
Total dana yang terkumpul mencapai Rp 55 juta. Dana tersebut kemudian dibagi untuk dua kebutuhan utama, yakni mendukung operasional pencarian dan membantu keluarga korban.
“Sebagian donasi disalurkan untuk mendukung operasional pencarian SAR di basecamp Dipajaya, Pemalang, dan sisanya digunakan untuk keperluan keluarga korban,” demikian dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @mountnesia.
Pencarian Syafiq sendiri telah berlangsung sejak laporan hilangnya diterima, dan berbagai unsur terlibat dalam operasi tersebut, mulai dari tim SAR, relawan pendakian, hingga masyarakat lokal.
Namun cuaca yang tidak bersahabat dan kondisi medan di kawasan Gunung Slamet membuat proses pencarian menghadapi tantangan besar.
Penutupan operasi pencarian lapangan bukan berarti penyelidikan sepenuhnya dihentikan, melainkan disesuaikan dengan protokol keselamatan.***
Total dana yang terkumpul mencapai Rp 55 juta. Dana tersebut kemudian dibagi untuk dua kebutuhan utama, yakni mendukung operasional pencarian dan membantu keluarga korban.
“Sebagian donasi disalurkan untuk mendukung operasional pencarian SAR di basecamp Dipajaya, Pemalang, dan sisanya digunakan untuk keperluan keluarga korban,” demikian dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @mountnesia.
Pencarian Syafiq sendiri telah berlangsung sejak laporan hilangnya diterima, dan berbagai unsur terlibat dalam operasi tersebut, mulai dari tim SAR, relawan pendakian, hingga masyarakat lokal.
Namun cuaca yang tidak bersahabat dan kondisi medan di kawasan Gunung Slamet membuat proses pencarian menghadapi tantangan besar.
Penutupan operasi pencarian lapangan bukan berarti penyelidikan sepenuhnya dihentikan, melainkan disesuaikan dengan protokol keselamatan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!