Tindakan Nisya ini menuai pro kontra dan jadi perbincangan panas di media sosial. Tak sedikit yang merasa resah dan khawatir aksi nekat pramugari gadungan ini bisa berdampak pada kenyamanan penumpang lainnya.
Meski aksi pramugari gadungan ini sempat membuat heboh publik, polisi menyatakan bahwa aksi pelaku tidak akan diproses secara hukum.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pihak berwajib memastikan bahwa tidak ada unsur tindak pidana yang mengindikasikan adanya pelanggaran hukum maupun indikasi kejahatan dalam peristiwa tersebut.
"Selama pemeriksaan, tidak ditemukan indikasi tindak pidana apapun terhadap yang bersangkutan," ungkap Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta pada hari Rabu, 7 Januari 2026, dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Kompas TV.
Pihak kepolisian juga menjelaskan bahwa Nisya masuk ke pesawat dengan membeli tiket secara resmi seperti penumpang biasa. Peristiwa ini dilihat sebagai masalah administratif yang telah diselesaikan secara damai antara yang bersangkutan dengan pihak maskapai.
"Dari pihak Batik Air tidak melakukan penuntutan, dan yang berangkutan juga sudah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Pihak maskapai juga sudah menyita seluruh atribut Batik Air yang dipakai pelaku," ujarnya.
Menurut pengakuan yang bersangkutan saat diperiksa, Nisya awalnya pernah melamar menjadi pramugari namun tidak lolos.
Ia kemudian berpura=pura dan nekat melakukan aksinya menyamar sebagai pramugari karena malu kepada keluarga.
Usai aksinya terbongkar dan viral di media sosial, Nisya akhirnya memberikan klarifikasi. Ia mengaku mengenakan seragam serta ID card Batik Air yang dibeli secara daring.
Nisa juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada pihak maskapai Batik Air dan berjanji tak akan mengulangi kembali perbuatannya itu di kemudian hari.
"Saya mengikuti penerbangan rute Palembang-Jakarta mengenakan seragam beserta ID card, namun sebetulnya saya bukanlah pramugari Batik Air," ujar Nisya dalam cuplikan video yang diunggah akun Instagram @berita_gosip.
"Dengan ini saya menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada Batik Air maupun Lion Group. Saya membuat pernyataan ini dengan sungguh-sungguh tanpa paksaan dari pihak manapun serta tak akan mengulangi kembali perbuatan saya," pungkasnya.
Baca Juga: Perdana Naik Pesawat ATR 72-500, Penumpang Akui Senang Bisa Lihat Keasrian Jember dari Atas
Aksi nekat pramugari gadungan ini memicu beragam respons dari warganet. Ada yang mempertanyakan standar keamanan di bandara hingga seseorang bisa lolos berpura-pura sebagai kru pesawat, dan ada pula warganet yang mendoakan agar cita-cita Nisa menjadi pramugari tercapai.