SketsaNusantara.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menorehkan prestasi penting di bidang teknologi informasi dengan meraih sertifikasi internasional Test Maturity Model Integration (TMMi) Level 3. Capaian ini sekaligus menempatkan BRI sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang berhasil memperoleh pengakuan global tersebut. Tak hanya itu, BRI juga sukses mempertahankan resertifikasi ISO 29119, standar internasional untuk proses pengujian sistem aplikasi.
Sertifikasi TMMi Level 3 merupakan tolok ukur global yang menilai tingkat kematangan proses pengujian perangkat lunak dalam suatu organisasi. Penilaian ini mencakup konsistensi penerapan kerangka kerja, efektivitas quality assurance, hingga kepatuhan terhadap praktik terbaik industri teknologi informasi.
Direktur Teknologi Informasi BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menjelaskan bahwa pencapaian ini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang BRI dalam memperkuat kualitas layanan digital. Menurutnya, kualitas sistem aplikasi menjadi fondasi utama dalam menciptakan pengalaman terbaik bagi nasabah.
Baca Juga: Didukung BRI, Kriti by Lusy Dorong Tenun dan Lurik Nusantara Tembus Pasar Global Lewat Desain Modern
Ia menegaskan bahwa melalui inisiatif transformasi BRIvolution Reignite, perseroan secara konsisten menerapkan prinsip Reliability, Availability, Scalability, and Security (RASS) sebagai standar operasional utama. Prinsip tersebut bertujuan memastikan seluruh layanan digital BRI berjalan stabil, aman, dan mampu memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang.
Keberhasilan BRI meraih TMMi Level 3 juga ditopang oleh penerapan dua metodologi Software Development Life Cycle (SDLC), yakni V-model dan Agile. Melalui kedua pendekatan tersebut, proses pengujian sistem aplikasi BRI dinilai telah berjalan lebih terstruktur, terdokumentasi dengan baik, serta konsisten dari tahap perencanaan hingga implementasi.
Selain TMMi Level 3, BRI juga kembali memperoleh resertifikasi ISO 29119, yang semakin mengukuhkan kematangan tata kelola pengujian sistem aplikasinya. Dengan standar ini, setiap aplikasi yang dikembangkan dipastikan telah melalui proses pengujian menyeluruh sehingga siap digunakan secara aman dan efisien.
Baca Juga: Optimisme BRI Sambut 2026, Transformasi BRIVolution Diyakini Dorong Kinerja Jangka Panjang
Saladin menambahkan, sertifikasi internasional tersebut mencerminkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan quality assurance di lingkungan BRI. Proses pengujian yang lebih ketat dan terstandarisasi diyakini mampu menghasilkan sistem aplikasi yang lebih stabil dan berkualitas tinggi.
“Dengan kerangka kerja yang semakin matang, kami dapat memastikan setiap sistem aplikasi memberikan nilai tambah nyata dan mendukung customer excellence secara berkelanjutan,” ujarnya.
Penerapan quality assurance berbasis V-model dan Agile juga memberikan kejelasan peran serta alur kerja dalam proses pengujian. Hal ini membuat hasil akhir pengembangan sistem tidak hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pengguna.
Melalui pencapaian Sertifikasi TMMi Level 3 dan keberhasilan mempertahankan ISO 29119, BRI menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi di sektor digital. Capaian ini menjadi momentum penting bagi BRI dalam meningkatkan standar internal sekaligus menghadirkan layanan perbankan digital yang semakin andal, aman, dan bernilai bagi seluruh nasabah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!