SketsaNusantara.id – Komika senior Pandji Pragiwaksono tengah menjadi sorotan setelah cuplikan pertunjukan stand-up comedy terbarunya yang bertajuk "Mens Rea" viral.
Dalam materi tersebut, Pandji melempar roasting tajam mengenai ekspresi fisik Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Dalam pertunjukan stand up comedy-nya, Pandji membedah alasan masyarakat memilih pemimpin berdasarkan penampilan fisik.
Ia kemudian membandingkan julukan-julukan populer para tokoh politik, namun memberikan penekanan khusus pada Gibran.
"Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang. Ganjar ganteng ya, Anies manis ya, Prabowo gemoy ya. Atau Wakil Presidennya... Gibran ngantuk ya?" ujar Pandji yang langsung disambut gelak tawa penonton.
Candaan tersebut rupanya memicu banyak reaksi dari netizen, ada yang menilainya sebagai hal biasa namun ada pula yang berikan reaksi bahwa hal itu sebagai bentuk bullying fisik seseorang.
Salah satu reaksi keras datang dari penyanyi sekaligus dokter spesialis bedah plastik, Teuku Adifitrian atau yang akrab disapa Dokter Tompi.
Lewat unggahan di media sosialnya @dr_tompi, sebagai dokter sekaligus warga negara Indonesia ia menegaskan bahwa kondisi mata Gibran yang sering terlihat sayu bukanlah bahan lelucon, melainkan kondisi medis.
Menurut Tompi, dalam dunia kedokteran, kondisi tersebut dikenal dengan istilah Ptosis.
Tompi menjelaskan bahwa Ptosis merupakan kondisi di mana kelopak mata atas turun sehingga menutupi sebagian pupil, membuat penderitanya tampak lelah atau mengantuk.
Di mana kondisi ini bisa bersifat bawaan sejak lahir, faktor usia, atau masalah saraf dan otot.