SketsaNusantara.id – Memasuki awal tahun 2026, masyarakat Indonesia dihebohkan pemberitaan munculnya varian influenza baru yang dijuluki sebagai Superflu atau virus influenza A (H3N2) subclade K.
Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Januari 2026, Provinsi Jawa Timur menempati posisi pertama dengan jumlah kasus terkonfirmasi terbanyak di tanah air.
Hingga akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus superflu yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, Jawa Timur mencatatkan angka tertinggi dengan 23 kasus, disusul oleh Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.
Superflu sendiri merupakan kasus yang mayoritas terjadi pada perempuan sekitar 64,5% dan anak-anak rentang usia 1-10 tahun dengan prosentase 35,5%.
Gejala superflu antara lain:
• Demam tinggi
• Pilek
• Sakit kepala
• Batuk
• Nyeri otot
Namun meski perlu diwaspadai, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan superflu sudah ada sejak lama dan tidak seberbahaya Covid-19.
"Ini sudah ada sejak dulu H3N2, memang setiap musim dingin dia selalu naik di negara 4 musim tapi kalau di negara kita enggak terlalu tinggi kenaikannya," tegas Menkes RI dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
"Apakah ini mematikan? Enggak, yang penting jaga kesehatan, imunitasnya, istirahat yang cukup sehingga kalau kena sama seperti flu biasa jadi enggak usah khawatir mematikan seperti Covid-19," imbuhnya