SketsaNusantara.id - Kekayaan wastra Nusantara seperti tenun dan lurik terus menunjukkan daya tariknya di tengah perkembangan industri fashion modern. Melalui pendekatan desain yang adaptif dan kolaborasi strategis dengan perbankan, produk berbasis budaya lokal kini semakin memiliki peluang bersaing di pasar global. Salah satu pelaku usaha yang konsisten mengangkat nilai tersebut adalah Kriti by Lusy, UMKM fashion asal Bogor yang didirikan oleh Lusy Rachmat.
Berdiri sejak 2017, Kriti by Lusy menghadirkan koleksi busana perempuan yang memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern. Mulai dari atasan, tunik, rok, hingga vest, setiap desain mengedepankan kain tenun dan lurik sebagai elemen utama. Pilihan material tersebut dinilai memiliki karakter abadi, fleksibel dipadupadankan, serta relevan digunakan oleh berbagai kelompok usia.
Lusy mengungkapkan bahwa ide mendirikan Kriti by Lusy berangkat dari pengalaman personalnya melihat banyak perempuan memiliki kain tenun, namun kesulitan mengolahnya menjadi busana yang praktis dan nyaman dikenakan sehari-hari. Dari situlah lahir gagasan untuk memadukan kain tradisional dengan potongan modern agar lebih fungsional.
Baca Juga: Optimisme BRI Sambut 2026, Transformasi BRIVolution Diyakini Dorong Kinerja Jangka Panjang
Tidak hanya berfokus pada desain, proses produksi juga menjadi nilai penting dalam perjalanan usaha ini. Kriti by Lusy melibatkan penjahit lokal di sekitar Bogor serta bekerja langsung dengan para pengrajin tenun.
Selain menjaga kualitas bahan, pendekatan ini turut memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar. Untuk mempertahankan eksklusivitas, jumlah produksi pun dibatasi di kisaran 100 hingga 200 potong per bulan.
Perkembangan Kriti by Lusy semakin signifikan setelah bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada 2018. Melalui program pemberdayaan tersebut, Lusy memperoleh akses pelatihan usaha, pendampingan bisnis, hingga dukungan pemasaran melalui inisiatif Growpreneur by BRI. Dukungan ini membantu pelaku UMKM dalam menyusun strategi usaha yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Berbekal pendampingan tersebut, Kriti by Lusy mulai memperluas jangkauan pasar hingga ke luar negeri. Produk-produknya telah diperkenalkan dalam berbagai pameran internasional di Malaysia, Singapura, Thailand, hingga China. Langkah ini menjadi strategi untuk menguji sekaligus membuka peluang wastra Nusantara di pasar mancanegara.
Pada November 2025, Kriti by Lusy juga terpilih sebagai salah satu UMKM binaan BRI yang tampil dalam pameran Wastra Nusantara di SOGO Central Park Jakarta. Partisipasi ini dinilai mampu meningkatkan eksposur merek sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
Sementara itu, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan komitmen BRI dalam mendukung UMKM Indonesia agar mampu naik kelas. Melalui pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, BRI terus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha kreatif, termasuk di sektor fashion berbasis budaya.
Baca Juga: Pulihkan Psikologis Anak Pasca Banjir, BRI Gelar Program Trauma Healing di Sejumlah Wilayah Sumatra
Dengan sinergi antara inovasi pelaku UMKM dan dukungan perbankan, wastra Nusantara diharapkan semakin dikenal dan diterima di tingkat global.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!