SketsaNusantara.id – Gelombang aksi teror dan intimidasi dilaporkan menimpa sejumlah aktivis lingkungan dari organisasi Greenpeace Indonesia serta beberapa influencer.
Seperti kita ketahui bersama bahwa akhir-akhir ini aktivis Greenpeace Ikbal Damanik, Sherly Annavita, DJ Donny mendapatkan sejumlah teror setelah bersuara mengkritisi kebijakan pemerintah terkait penanganan banjir.
Mereka dilaporkan mendapatkan sejumlah teror setelah vokal menyuarakan penanganan banjir di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.
Serangkaian kejadian ini memicu kekhawatiran serius dari para pengamat kebijakan publik yang menilai adanya pola sistematis untuk membungkam kritik terhadap pengelolaan lingkungan.
Menurut Khalisah Khalid selaku Pokja Greenpeace, menyatakan bahwa teror-teror ini merupakan pola upaya pembungkaman.
"Ini pola pembungkaman agar aktivis atau warga dan para influencer tidak lagi mengkritik pemerintah," ungkap Khalisah dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
"Ini jelas adalah pola yang sistematis dan pola ini jelas bukan pola yang baru," imbuhnya.
Menurutnya pola pembungkaman terhadap sejumlah aktivis dan influencer ini merupakan pola yang sistematis dan merupakan pola lama.
"Ini merupakan pola buruknya tata kelola negara dalam melihat demokrasi di Indonesia sehingga suara publik suara rakyat, suara aktivis dianggap sebuah ancaman bagi negara," tegasnya.
Menurut Khalisah, pola-pola semacam ini jelas dilakukan oleh pemerintah sebab menurutnya hanya pemerintah yang memiliki instrumen-instrumen yang cukup untuk melakukan hal seperti ini.
Sementara itu Yusuf Warsyim yang merupakan komisioner Kompolnas menyatakan prihatin terhadap sejumlah teror yang telah diterima aktivis dan influencer disebuah negara demokrasi.