"Udah pikun ternyata, gong banget baru ganti tahun udah blunder, nggak ada obat pokoknya. Maklum aja lah umur segitu harusnya banyak-banyakin istirahat," timpal warganet lainnya.
Sebagian warganet melontarkan komentar bernada sindiran, sementara sebagian lainnya menganggap hal tersebut sebagai kekeliruan manusiawi di tengah kelelahan dan padatnya agenda Presiden. Ada pula yang mengaitkan ucapan tersebut dengan situasi politik di masa lalu.
"Tahun 2021 siapa presidennya? Hidup Jokowi!! masih belum move on aja, malu lah kita yang denger ini, waktu nyanyiin lagu juga liriknya banyak yang gak singkron," sindir salah satu warganet.
"Nasib WNI punya Presiden yang udah pikun, sama tahun aja udah lupa, apalagi janji-janji yang dulu dijanjiin waktu kampanye," sahut warganet lainnya.
Terlepas dari sorotan tersebut, Prabowo dalam pidatonya menegaskan bahwa kehadirannya di tengah para korban terdampak bencana merupakan bentuk komitmen negara untuk selalu hadir ketika rakyat mengalami kesulitan.
"Tahun ini, kita menghadapi musibah, tantangan, dan kesulitan. Tetapi kita harus terus semangat, ikhlas, kuat, dan tegar. Yang paling penting, kita harus gotong royong dan bersama-sama menghadapi kesulitan ini," ucap Prabowo.
"Percayalah bahwa pemerintah tidak akan pernah meninggalkan rakyatnya. Kami akan selalu bersama kalian. Kita bertekad untuk membantu mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat. Kami dipilih oleh rakyat untuk bekerja untuk rakyat," tandasnya.
Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana sekaligus memperbaiki tata kelola lingkungan. Ia menyebut bahwa pihak-pihak yang terbukti merusak alam akan ditindak tegas.
"Kita akan bertindak tegas. Semua pihak yang merusak lingkungan akan ditertibkan. Yang melanggar hukum akan dicabut izinnya. Tahun depan kita tidak akan ragu melindungi kepentingan bangsa dan rakyat," tegasnya.
Di akhir sambutannya, Presiden menyampaikan permohonan maaf apabila masih ada program pemerintah yang belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Ia berjanji akan bekerja lebih cepat demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Kita hadapi masa depan, kita hadapi tahun yang akan datang dengan penuh semangat dan optimisme. Kita ingin ekonomi bangkit, lapangan pekerjaan bertambah, dan anak-anak Indonesia bisa mendapatkan gizi yang baik. Saya minta maaf kalau belum semuanya tercapai. Kita akan bekerja lebih cepat dan lebih keras lagi," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini