Di sisi lain, Natal tahun ini berlangsung di tengah duka banyak warga terdampak bencana. Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa perayaan tidak boleh melupakan penderitaan sesama.
Nasaruddin mengingatkan bahwa makna Natal terletak pada solidaritas. Perayaan disebut kehilangan arti jika abai terhadap mereka yang sedang berjuang.
Ia berharap Natal menjadi ruang perjumpaan lintas batas. Solidaritas dan kemanusiaan diharapkan kembali menemukan maknanya di tengah masyarakat.
Pesan Natal 2025 ditutup dengan ajakan menjadikan keluarga sebagai pelabuhan kasih. Keluarga juga diharapkan menjadi penjaga alam semesta yang dititipkan Tuhan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!