SketsaNusantara.id - Pembangunan Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin mendekati tahap akhir dan menjadi perhatian luas publik.
Melalui unggahan akun Instagram @bushcoo, perkembangan masjid megah tersebut dipaparkan secara detail, baik dari sisi progres fisik maupun konsep arsitektural yang diusung sebagai simbol peradaban baru Indonesia.
Dilansir SketsaNusantara.id dari caption unggahan tersebut disebutkan bahwa Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara kini mendekati garis akhir pembangunan.
Hingga 17 Desember 2025, progres pembangunan masjid telah mencapai 91 persen dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Proyek ini berjalan beriringan dengan sejumlah pembangunan strategis lain di kawasan inti IKN.
“Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara kini mendekati garis akhir. Hingga 17 Desember 2025, progres pembangunannya telah mencapai 91 persen dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat,” tulis akun @bushcoo dalam caption unggahannya.
Baca Juga: Tahap II IKN Dimulai November: 20 Ribu Pekerja Dikerahkan, Dana Triliunan Siap Digelontorkan
Masjid Negara IKN berdiri di jantung ibu kota baru dan dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang publik yang merepresentasikan nilai kebangsaan dan keberagaman.
Total luas kawasan masjid mencapai 59.081 meter persegi, dengan rincian area masjid seluas 32.125 meter persegi, area komersial 2.221 meter persegi, serta kolam retensi mencapai 123.502 meter persegi.
Dari sisi kapasitas, masjid ini diproyeksikan mampu menampung hingga 60.000 jemaah, menjadikannya salah satu masjid terbesar dan termegah di Indonesia.
Arsitektur bangunan tampil futuristik dengan kubah berbentuk spiral yang mencerminkan harmoni antara nilai spiritual dan kemajuan zaman.
Menariknya, dalam unggahan tersebut juga diungkapkan bahwa di kawasan yang sama turut dibangun Gereja Katolik Basilika.
Kehadiran dua rumah ibadah besar yang berdampingan ini menegaskan konsep IKN sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan inklusivitas.