Dalam pernyataan resminya, Budiono juga mengungkapkan kronologi kecelakaan Bus PO Cahaya Trans.
“Bus tersebut dari arah Jakarta dengan tujuan Yogyakarta,” ujar Budiono dalam rilisnya.
Budiono menambahkan, saat melewati tikungan simpang susun di exit Tol Krapyak, bus menabrak yang melaju dengan kecepatan tinggi, menabrak pembatas jalan.
“Bus tersebut menabrak pembatas jalan sehingga mengakibatkan bis tersebut terbalik,” ujar Budiono lagi.
3. Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi
Usai menerima laporan, tim SAR Gabungan segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
“Kami beserta tim SAR Gabungan dari Polri, Jasa Marga, PMI dan lainnya berhasil mengevakuasi seluruh korban,” imbuhnya.
Menurutnya, proses evakuasi berjalan cukup sulit karena beberapa korban masih dalam posisi terjepit.
Selain itu, akses menuju korban yang dipenuhi pecahan kaca juga cukup menghambat proses evakuasi.
“Tim harus masuk ke dalam bus yang terguling, menggapai dan membuka akses menuju korban dan mengevakuasi keluar dari dalam bus,” terang Budiono.
Baca Juga: Tragedi Penjaringan, 5 Orang Tewas Terjebak Kebakaran akibat Korsleting Pengisian Daya Mobil Listrik
4. Jumlah Korban
Berdasarkan data yang dirilis Tim SAR pada 22 Desember 2025 pukul 12.00 WIB, kecelakaan tersebut menyebabkan sejumlah penumpang luka-luka dan belasan lainnya meninggal dunia.
“Ada 15 penumpang yang meninggal dunia dan 19 lainnya luka-luka,” jelas Budiono.