news

Jalan Longsor 24 Hari Tak Tertangani, Warga Desa Simaninggir Berjuang Angkut Bantuan Lewati Hutan Licin

Minggu, 21 Desember 2025 | 21:00 WIB
Warga Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah harus melewati hutan untuk mengambil bantuan. (Instagram/rizkisiahaan_)

SketsaNusantara.id - Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatera pada akhir November 2025 memutus banyak akses jalan utama.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada distribusi bantuan pascabencana. Sejumlah desa terpaksa menghadapi keterbatasan akses dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Salah satu wilayah terdampak berada di Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Baca Juga: Akses Masih Terputus, Korban Banjir di Tapanuli Tengah Terpaksa Jalan Kaki 9 Jam Demi Bantuan Sembako: Doakan Semoga...

Warga di desa ini harus memutar jalan jauh untuk bisa memperoleh bantuan logistik. Bantuan yang datang hanya dapat mencapai titik tertentu karena akses kendaraan terputus.

Situasi tersebut membuat warga harus mengambil bantuan secara mandiri ke posko terdekat. Jalur yang dilalui bukan jalan umum, melainkan lintasan hutan.

Kondisi medan dinilai berisiko karena curam dan licin akibat tanah basah.

Baca Juga: Akses Putus Akibat Longsor, Warga Pedalaman Tapanuli Tengah Jalan Kaki Berjam-jam demi Sembako

Jalan setapak yang dilewati warga berada di kawasan hutan dan ladang. Beberapa titik memiliki kemiringan tajam dan rawan terpeleset. Warga harus berjalan sambil memanggul bantuan yang dibawa dari posko.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat perjuangan warga membawa logistik. Salah satu unggahan berasal dari akun Instagram @rizkisiahaan_. Dalam keterangannya tertulis, “Ibu ini tertinggal dari rombongan, perjuangan warga Desa Simaninggir membawa bantuan,” dikutip Sabtu, 20 Desember 2025.

Video tersebut memperlihatkan seorang ibu berhenti sejenak di tengah jalur hutan. Ia membawa setengah karung bantuan logistik. Di sekelilingnya, tampak warga lain berpegangan pada batang pohon untuk menjaga keseimbangan.

Akses jalan beraspal baru terlihat setelah warga melewati kawasan hutan dan ladang di bagian atas. Jalur ini menjadi satu-satunya rute alternatif yang bisa dilalui dengan berjalan kaki. Kendaraan roda dua maupun roda empat belum dapat melintas.

Kondisi jalan Desa Simaninggir juga ditunjukkan oleh akun Instagram @carramell_. Dalam unggahan terbarunya, terlihat badan jalan aspal terbelah akibat longsor. Tanah amblas membuat jalan tidak bisa dilewati kendaraan.

Dalam keterangan unggahannya, akun tersebut menyebut, “Ini merupakan hari ke-24 terputusnya jalan yang menghubungkan akses dari Medan menuju Sibolga. Semoga lekas ditangani dengan serius,” dikutip Minggu, 21 Desember 2025.

Halaman:

Tags

Terkini