“Aku tidak roboh. Bukan karena aku tak merasakan kepergianmu, tapi karena masih ada terlalu banyak hal yang harus kupikul,” tegasnya.
Berkaca dari kepergian sang suami, Najwa berharap dirinya bisa menemukan versi yang lebih baik dari dirinya.
“Aku harap kau bisa mengenalku dalam versi yang sekarang ini. Lebih tenang, lebih terukur, tetap melangkah maju dengan pusat gravitasi yang berbeda,” katanya.
Pada hakikatnya, kekuatan yang sebenarnya itu akan timbul ketika mampu untuk mengikhlaskan sesuatu.
“Kau pasti tahu bahwa apa yang orang sebut sebagai kekuatan sejati adalah seni untuk terus berjalan,” ujarnya.
Kendati berat untuk dilakukan, nama Ibrahim akan terus ada dalam hati Najwa sebagai suami yang sangat disayangi.
“Aku membawa apa yang harus kupikul. Aku membawa dirimu. Keduanya, tanpa sorotan,” tutup Najwa.
Ibrahim Assegaf wafat pada 20 Mei 2025 pukul 14:29 di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) akibat stroke yang dideritanya.
Selain stroke, pendarahan otak juga menjadi salah satu faktor meninggalnya Ibrahim di usia 48 tahun tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!