Sebagaimana informasi, Malaysia diketahui telah menyalurkan bantuan senilai 1 miliar ringgit atau sekitar RP 4 miliar. Bantuan tersebut berupa obat-obatan, alat kesehatan hingga tenaga medis yang dikirimkan 29 November 2025 lalu.
Tak hanya itu, pemerintah Malaysia juga telah memberikan bantuan senilai RM500 atau sekitar Rp2 juta untuk para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang terdampak banjir di Sumatera.
Dalam video unggahannya, wakil rakyat Malaysia menyebut sudah ada banyak rakyat Indonesia justru menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
Baca Juga: Bantuan Tak Merata, Warga Aceh Tamiang Mengaku Belum Terima Apapun: Saya Sudah Tidak Sanggup Lagi...
Tak sedikit pula rakyat Indonesia yang mempertanyakan sejauh mana bantuan dari pemerintah mereka sendiri yang dinilai terlalu lamban dalam penyampaiannya kepada masyarakat.
Ia mengkritik pemerintah yang terkesan mengecilkan bantuan dari Malaysia, padahal bantuan sekecil apapun bisa berdampak besar bagi kelangsungan hidup korban bencana.
"Jadi, sebagai wakil rakyat Malaysia, saya akan pertahankan imej negara saya. Kalau ada siapa pun yang berani kritik negara kami, baik itu untuk pemerintah atau rakyat Malaysia, maka mereka pun harus bersedia berhadapan menerima kritikan kami," tandasnya.
"Kami mendoakan kesejahteraan kepada para korban terdampak bencana di Sumatera, karena kami pun ikut merasakan kesulitan yang sama," pungkasnya.
Tak hanya dari kalangan politisi, reaksi keras juga datang dari masyarakat Malaysia. Banyak warganet menilai pernyataan Tito Karnavian tidak tepat.
Menurut mereka, membandingkan antara kewajiban pemerintah Indonesia terhadap rakyatnya dengan bantuan sukarela dari negara lain adalah perbandingan yang tidak adil.
"Bantuan kemanusiaan yang diberikan memang tidak memperbaiki segalanya, tapi sumbangan itu sangat membantu menyelamatkan saudara kami dalam keadaan genting sejak hari pertama terjadi bencana. Apakah begitu susahnya sekadar mengucapkan terima kasih?” tulis salah seorang warga Malaysia di platform threads.
Warganet lain menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan tidak dimaksudkan untuk menyelesaikan seluruh persoalan, melainkan hadir di saat genting sebagai bentuk solidaritas.
Berkaca dari musibah yang menimpa masyarakat Sumatera, bahkan ada juga warga Malaysia yang meminta masyarakat Indonesia untuk tidak lagi salah memilih pemimpin yang "nir-empati" dan tak peduli dengan rakyat.
"Teruntuk masyarakat Indonesia, janganlah kau pilih pemimpin macam ini, karena udah tak punya otak dia," komentar pria asal Malaysia dalam video yang diunggah akun Instagram @reset.feeds pada hari Selasa, 16 Desember 2025.