“Bersama @fullmoonfolks beserta kawan warga jaga bumi dan tim @kitabisacom kita melakukan perencanaan, pemetaan lokasi, survei dan, jika semuanya lancar, kita coba untuk pasang di beberapa titik yang memungkinkan,” lanjut Ferry.
Menurutnya, perkembangan proyek ini akan terus diperbarui secara berkala agar publik mengetahui dampak nyata dari bantuan yang disalurkan.
Dalam unggahan tersebut juga dijelaskan sejumlah alasan mengapa panel surya dinilai relevan untuk kondisi darurat.
Disebutkan bahwa panel surya dapat dipasang instan tanpa menunggu jaringan PLN pulih, tidak bergantung pada BBM yang kerap langka saat bencana, serta menjadi sumber energi bersih yang aman dan berkelanjutan.
Selain itu, panel surya dinilai mampu memberikan manfaat jangka panjang bahkan setelah masa darurat berakhir.
Langkah Ferry Irwandi memilih tetap berada di Sumatra saat ulang tahunnya mencerminkan konsistensi sikapnya sebagai aktivis sosial dan kemanusiaan.
Ia tidak hanya berhenti pada penggalangan dana, tetapi juga memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar sampai dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Kehadirannya sebagai relawan di lapangan menjadi simbol keterlibatan langsung, bukan sekadar peran simbolik di balik layar.
Apa yang dilakukan Ferry juga menunjukkan bagaimana peran figur publik dapat memberi dampak nyata ketika dikombinasikan dengan aksi konkret dan transparansi.
Melalui media sosial, Ferry tidak hanya membagikan aktivitas, tetapi juga mengedukasi publik mengenai solusi berkelanjutan seperti energi surya dalam situasi darurat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!