“Jazakumullah khoiron kakak kelas saya, ustaz @banualfth dan tim sudah datang jauh-jauh dari Jawa ke rumah saya di Aceh Tamiang,” tulis mahasiswa yang diketahui bernama Subeqi Firdaus itu.
“Akhirnya saya bisa video call dengan orang tua saya,” imbuhnya.
Persoalan listrik di Aceh menjadi salah satu masalah pasca bencana yang masih menjadi PR bagi PLN.
Banjir yang melanda 3 wilayah di Sumatra, termasuk Aceh, menyebabkan 5 Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Langsa-Pangkalan Brandan roboh.
Akibatnya, sistem kelistrikan di Aceh terputus dari sistem besar Sumatra.
PLN pun segera mengerahkan tim dengan personel mencapai 1.476 orang untuk mempercepat proses pemulihan.
Sedangkan jaringan telekomunikasi, per Kamis 11 Desember 2025 baru pulih 40 persen.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut bahwa pasokan listrik memberi pengaruh pada jaringan telekomunikasi di Aceh
Menurutnya, transmisi jaringan dan konektivitas akan kembali lancar saat pemulihan listrik sudah aman di wilayah Aceh.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!