SketsaNusantara.id - Kondisi para korban terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera masih terus jadi sorotan.
Belum lama ini, Aceh Tamiang kembali ramai diperbincangkan setelah muncul dugaan bahwa tenda pengungsian baru dipasang menjelang kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke wilayah tersebut.
Sorotan bermula dari unggahan seorang aktivis perempuan Aceh yang menampilkan kondisi tenda pengungsian di sekitar jembatan Sungai Tamiang.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak deretan tenda besar BNPB tetata rapi di pinggir jalan, padahal sebelumnya warga dilaporkan harus tidur berdesakan di tenda kecil yang dibangun secara seadanya.
Warga sekitar menyebut Tenda besar itu dipasang pada hari Rabu, 10 Desember 2025 lalu, jelang kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Aceh Tamiang.
Unggahan lainnya memperlihatkan perbandingan kondisi sebelum dan sesudah pemasangan tenda.
Sebelumnya, jalan masih tertutup lumpur tebal, sementara warga berteduh di tenda kecil beratapkan terpal dan kain seadanya. Satu tenda bahkan digunakan hingga tujuh kepala keluarga dan difungsikan sekaligus sebagai tempat tidur.
Kondisi memprihatinkan ini sempat ramai jadi sorotan di media sosial hingga mengundang simpati luas dari warganet.
Namun, situasi berubah setelah pemasangan tenda baru dilakukan, terutama karena waktunya berdekatan dengan agenda kunjungan Presiden yang kemudian memicu kemarahan publik.
"Ketika rakyat Aceh sekarat, di mana tenda-tenda ini?" tulis Cut Meutia, aktiis perempuan Aceh. "Warganet gerah! tenda baru muncul jelang kunjungan presiden bikin bertanya-tanya, untuk siapa ini sebenarnya?" imbuh akun @sisiterang.official.
Komentar tersebut menunjukkan kekecewaan publik. Saat ratusan ribu warga berjuang bertahan hidup dalam keterbatasan, mereka berharap pemerintah semestinya hadir sejak hari pertama bencana, bukjan setelah ada sorotan kamera apalagi karena ada agenda kunjungan pejabat.