SketsaNusantara.id - Indonesia memasuki masa cuaca yang semakin tidak menentu. Curah hujan dalam tiga bulan terakhir menunjukkan peningkatan yang konsisten.
Tren ini membuat banyak wilayah lebih rentan terhadap banjir dan longsor. Situasi tersebut mendorong perlunya langkah mitigasi yang terencana.
BMKG mencatat hujan bergerak menuju puncak musim basah. La Niña lemah diperkirakan berlangsung hingga Maret 2026. Dampaknya memang tidak terlalu besar pada puncak musim.
Namun, kenaikan intensitas hujan tetap memunculkan risiko di banyak daerah. Kondisi ini menjadi perhatian berbagai lembaga yang terkait dengan penanganan bencana.
BNPB mencatat ratusan kecamatan terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025. Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami banjir bandang dan tanah longsor.
Kerusakan infrastruktur membuat aktivitas warga terganggu. Sebagian masyarakat harus mengungsi untuk mencari tempat yang aman.
Bencana ini juga menelan korban jiwa. Di Bali, bencana serupa terjadi pada Agustus 2025. BPBD mencatat ratusan bangunan rusak. Sebagian kerugian berasal dari rumah warga dan kendaraan yang terendam.
Nilai kerugian mencapai hampir Rp30 miliar. Banyak kegiatan ekonomi setempat sempat terhenti. Kondisi itu menambah daftar wilayah yang perlu lebih siap menghadapi perubahan cuaca.
Indonesia Financial Group (IFG) menilai rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan perlunya perlindungan finansial. IFG berada di bawah Danantara Indonesia yang memimpin sinergi lintas sektor. Koordinasi dilakukan bersama BUMN lain untuk membantu masyarakat saat bencana terjadi. Upaya tersebut juga mencakup penguatan literasi proteksi.
IFG menyediakan produk perlindungan yang sesuai dengan risiko cuaca ekstrem. Perlindungan ini mencakup kendaraan, properti, jiwa, hingga usaha.
Langkah tersebut dirancang untuk membantu masyarakat meminimalkan kerugian saat bencana datang. Solusi ini menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko nasional.
Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menyampaikan bahwa situasi bencana harus menjadi perhatian serius.