SketsaNusantara.id – Pasca kejadian tragis tabrakan mobil blind van program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak barisan siswa SDN 01 Kalibaru, Cilincing, sejumlah korban masih menjalani perawatan intensif.
Dari total 22 korban yang dilarikan ke rumah sakit, dari 12 orang yang jalani perawatan di rumah sakit, 9 orang diantaranya jalani perawatan intensif karena mengalami luka berat.
Sembilan orang korban kecelakaan tersebut alami luka berat, saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara.
Baca Juga: Siapa Pemilik Dapur SPPG dan Mobil MBG yang Tabrak Siswa di SDN 01 Kalibaru? Ini Faktanya
Seperti dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, 9 orang yang alami luka berat tersebut merupakan 8 siswa dan 1 orang guru yang saat ini berada dibawah observasi penuh rumah sakit dan dokter setempat.
Salah satu keluarga korban yang dirawat di RSUD Koja menjelaskan bahwa keponakannya menderita luka berat di bagian kepala hingga alami tak sadarkan diri saat perjalanan ke rumah sakit usia tabrakan.
Direktur Utama RSUD Koja, dr. Sri Wahyuni, mengonfirmasi bahwa kondisi sembilan pasien tersebut membutuhkan penanganan khusus, terutama terkait cedera tulang dan kepala.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, luka berat yang dialami sembilan korban, yang sebagian besar adalah siswa SD meliputi patah tulang hingga cedera kepala.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang sempat menjenguk para korban di RSUD Koja kemarin, menegaskan kembali komitmen Pemerintah Provinsi.
Pemerintah provinsi akan menanggung semua biaya perawatan rumah sakit hingga sembuh serta perawatan setelah keluar dari rumah sakit.
Selain penanganan fisik, RSUD Koja juga bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta untuk menyediakan layanan psikolog dan psikiater di bangsal perawatan.
Hal ini dilakukan mengingat trauma yang dialami oleh anak-anak sangat mungkin berdampak pada proses belajar dan psikologis mereka di masa depan.