news

Babad Lembana 5 Segera Hadir, Angkat Tema 'Pamolèan' Sebagai Jalan Pulang Pada Kultural Madura

Kamis, 11 Desember 2025 | 11:30 WIB
Babad Lembana 5: Pamolean (Dok.Lembana)

Baca Juga: Muda Mudi Mudo Vol.2: Layers, Ruang Utopia dan Folks dari Seniman Muda Dewan Kesenian Kampus Universitas Jember

Melalui pendekatan ini, festival menjadi metode membaca kembali lanskap sejarah dan koreografi sosial Madura, sekaligus menelusuri bagaimana memori serta praktik lokal dapat berkontribusi pada imajinasi masa depan.

Rangkaian program yang akan berlangsung dalam festival ini cukup beragam, mulai dari pameran, pertunjukan, lokakarya, diskusi, ceramah, pemutaran film, tur, dan kenduri.

Lebih dari 70 Pelaku Seni Terlibat

Di tahun ini, Babad Lembana diikuti lebih dari 70 seniman dari dalam maupun luar negeri, yang mana dua di antaranya merupakan seniman asal Jepang.

Baca Juga: Rahasia di Balik Pembuatan Perahu Madura: Dari Larangan Kayu Nangka hingga Tali Gelam yang Kuat

Para seniman di Babad Lembana yang disebut dengan sebagai Sahibul Hikayat, sebutan bagi partisipan yang “bertutur” melalui praktik artistik mereka ini memiliki background cukup beragam, mulai dari pembuat film, pegiat teater dan tari, peneliti, dan partisipan lintas disiplin

“Pamolèan”: Membaca Madura sebagai Ruang Rimpang

Dalam kerangka kuratorialnya, direktur artistik Ragil C. Maulana menyebut Madura sebagai ruang rimpang, tempat lintasan sejarah, ritus, dan praktik artistik lintas wilayah–lintas konteks saling bertaut.

"Melalui ruang rimpang itulah kami menelusuri jalan pulang. Pamolèan kami ajukan sebagai jalan pulang yang tidak nostalgik, melainkan reflektif: upaya membaca ulang jejak diri, warga, dan kebudayaan yang terus bergerak dan belum khatam. Di hajatan ini, seni(man) kami ajak pulang pada kerja keseharian yang menyatu dengan dapur, makam, musyawarah, doa, dan perjumpaan warga,"

"Dengan Pamolèan, kami mengikhtiarkan seni sebagai metode merawat relasi—antara manusia dengan tanahnya, sejarahnya, dan sesamanya. Dalam kepulangan yang bercabang ini, kami percaya perjumpaan relasional dapat membuka kemungkinan arah bersama yang lebih mengakar dan berkelanjutan.” ucapnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini