SketsaNusantara.id - Habib Husein Ja'far Al Hadar atau Habib Jafar mengingatkan masyarakat bahwa donasi untuk korban bencana di Sumatera tidak selalu berbentuk materi.
Ada dua hal yang menurutnya justru lebih penting namun sering terlupakan yaitu mengucapkan maaf dan terima kasih.
Pendakwah asal Bondowoso itu mengatakan 2 kata sederhana tersebut memiliki kekuatan besar bagi para korban yang sedang berjuang memulihkan diri setelah bencana banjir dan tanah longsor.
"Ada donasi yang bukan materi, tapi utama dan kadang kita lupa, yaitu berkata maaf pada korban di Sumatera dan terima kasih pada siapa saja yang sudah rela membantu," tulisnya dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @husein_hadar pada hari Kamis, 11 Desember 2025.
"Maaf dan Terima Kasih. Bukan sekadar dua kata. Ucapan itu lahir dari hati dan bisa tembus sampai ke langit. Enteng untuk diucapkan tapi besar pengaruhnya dan besar pula pahalanya," tuturnya.
Dalam unggahannya, Habib Jafar mengajak seluruh pihak, termasuk memberikan pesan pada pemerintah untuk berani mengakui bahwa bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Sumatera merupakan akibat dari kelalaian manusia dalam menjaga alam.
Ia menekankan bahwa ucapan maaf kepada para korban adalah bentuk empati dan tanggung jawab moral yang bisa berdampak besar.
"Maaf kepada para korban bencana di Sumatra, karena harus kita akui bahwa bencana di sana bisa jadi juga karena kelakuan kita di sini yang tidak menjaga alam dengan sebaik-baiknya," tutur Habib Jafar.
"Maaf juga pada para korban bencana di Sumatra karena kita tidak bisa melakukan upaya semaksimal mungkin untuk membantu mereka entah mungkin karena keadaan atau kesibukan kita," sambungnya.
Tak hanya itu, Habib Jafar turut menyampaikan terima kasih kepada para relawan dan masyarakat yang sudah ikut memberikan donasi, berjuang sekuat tenaga untuk membantu meringankan beban para warga terdampak bencana di Sumatera.
Menurutnya, tindakan solidaritas yang didasari kemanusiaan dari empati manusia patut mendapatkan apresiasi dan menjadi suntikan semangat bagi para relawan yang terjun ke lokasi terdampak bencana.
"Terima kasih pada masyarakat Indonesia yang telah berdonasi dan menjadi relawan di Sumatra, karena sebenarnya bukan kewajiban bagi mereka untuk melakukan itu, melainkan empati dan naluri kemanusiaan yang menggerakkan mereka untuk memberikan bantuan," katanya.