SketsaNusantara.id - Palang Merah Remaja (PMR) SMPN 1 Puger kembali aktif setelah beberapa tahun vakum.
Usai kembali aktif, PMR SMPN 1 Puger langsung menggelar Orientasi Kepalangmerahan untuk kaderisasi relawan muda.
Kebangkitan PMR SMPN 1 Puger ini ditandai dengan perekrutan 40 peserta didik baru dalam kegiatan orientasi yang digelar 6 hingga 7 Desember 2025.
Program orientasi tersebut dirancang untuk menanamkan nilai kemanusiaan, kepedulian, serta kesiapsiagaan pada para peserta.
Di tengah meningkatnya ancaman bencana di Indonesia, pihak sekolah menilai pentingnya membangun kapasitas pelajar melalui PMR agar mereka dapat menjadi contoh kepedulian bagi teman-temannya.
“Dulu waktu saya pertama kali dengar kata PMR, saya kepengin untuk bisa bantu sesama,” ujar Fattah, salah satu anggota PMR SMPN 1 Puger.
Dalam kegiatan itu, seluruh peserta menerima materi dasar esensial, mulai dari Pertolongan Pertama hingga Evakuasi Korban.
Pembekalan materi tersebut diharapkan mampu membentuk SDM muda yang sigap dan dapat diandalkan ketika terjadi kondisi darurat di lingkungan sekolah.
“Biasanya hanya para bapak ibu guru yang menolong teman ketika sakit saat upacara, kini giliran kita yang siap bantu beliau,” tutur Shirren, anggota PMR lainnya.
Kembalinya aktivitas PMR disambut positif karena dinilai dapat menumbuhkan budaya kemanusiaan sejak usia sekolah.