Ia menegaskan bahwa proses penyaluran bantuan dilakukan secara berkala sambil terus mencoba merambah daerah-daerah yang belum terjangkau.
Melalui unggahan terbarunya, Ferry berdiri di depan landscape Tamiang yang luluh lantak. Sungai yang meluap tampak meninggalkan tumpukan kayu dan puing besar, menggambarkan kekuatan banjir yang menerjang beberapa hari sebelumnya.
Ia mengatakan bahwa timnya masuk lebih dalam ke wilayah Tamiang dan menemukan bahwa kondisi di sana lebih parah dari laporan awal.
Jalan-jalan terputus dan jembatan runtuh membuat proses distribusi air bersih menjadi tantangan tersendiri bagi para relawan.
Kondisi yang ditampilkan Ferry Irwandi menggambarkan betapa berat situasi yang dihadapi masyarakat Aceh Tamiang saat ini.
Banjir bandang bukan hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga memutus akses utama yang membuat bantuan sulit masuk dengan cepat. Namun, berkat upaya relawan dan dukungan dari publik, harapan untuk pemulihan terus terbuka.
Gerak cepat dan konsistensi Ferry Irwandi kembali menjadi pengingat tentang pentingnya solidaritas dan kepedulian dalam situasi darurat.
Di tengah medan yang berat, ia menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan tetap bisa menjangkau mereka yang membutuhkan, selama ada keberanian, kepekaan, dan komitmen untuk terus bergerak.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!