Ini bukan sekadar wacana, tetapi potensi gerakan nyata jika benar-benar digarap dengan sistem, transparansi, dan dukungan publik.
Kolom komentar unggahan tersebut dipenuhi ribuan dukungan. Banyak warganet menyatakan siap ikut berdonasi apa pun jumlahnya.
“Gasss,” kata akun @adambukittinggi.
“Akuu mauu,” tulis @rafli_peranganganing16 mengungkapkan kemauannya.
“Gassssssss setujuuuuuu,” komentar dari @lisa_queengreen308.
“Mau ikut sumbang tp prosesnya bener2 dikawal yah jangan sampe dikorupsi,” tulis akun @ajengciki.
Antusiasme tersebut menjadi simbol kepercayaan publik terhadap Pandawara Group.
Banyak warganet mengungkapkan bahwa mereka percaya gerakan yang digagas Pandawara akan transparan dan benar-benar ditujukan untuk kebaikan lingkungan.
Banjir bandang di Sumatra dalam beberapa waktu terakhir dipicu oleh hilangnya area resapan air. Banyak laporan menyebutkan bahwa hutan yang mestinya menjadi penahan air justru sudah banyak dialihfungsikan.
Gagasan Pandawara Group muncul di tengah kesadaran bahwa pencegahan bencana tidak cukup hanya dengan langkah darurat, tetapi membutuhkan upaya jangka panjang: melindungi hutan.
Dengan hutan yang terus menyusut akibat penebangan, pembukaan lahan, serta lemahnya penegakan hukum, publik merasakan bahwa inisiatif berbasis komunitas menjadi alternatif yang lebih cepat dan lebih nyata.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!