news

Pandawara Group Usulkan Gerakan Donasi untuk Membeli Hutan Usai Banjir Bandang Sumatra, Begini Respons Warganet

Jumat, 5 Desember 2025 | 12:00 WIB
Kondisi hutan yang menyebabkan banjir bandang di Sumatra. (Instagram/pandawaragroup)

 

SketsaNusantara.id - Bencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Sumatra kembali membuka luka lama tentang kerusakan lingkungan, terutama terkait hilangnya area resapan air akibat hutan yang gundul.

Di tengah diskusi publik mengenai penyebab dan solusi jangka panjang, akun Instagram Pandawara Group,kelompok pemuda dari Kopo, Bandung, yang dikenal luas karena aksi bersihkan sungai dan pantai menyampaikan sebuah gagasan besar yang langsung menjadi pembicaraan nasional.

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram terbarunya @pandawaragroup, Pandawara Group menuliskan gagasan sederhana namun menyentuh.

Baca Juga: Usai Menembus Medan Ekstrem Banjir Bandang Sumatra, Praz Teguh Pamit Pulang untuk Menemui Keluarga

“LAGI NGELAMUN… tiba-tiba aja kepikiran gimana kalo masyarakat Indonesia bersatu berdonasi beli hutan-hutan agar tidak dialihfungsikan,” tulisnya.

Unggahan berlatar hitam dengan teks putih itu sontak menarik perhatian publik, terutama karena relevansinya dengan kondisi lingkungan dan bencana yang terjadi.

Gagasan ini menuai respons besar karena menawarkan pendekatan baru dari masyarakat mengumpulkan dana bersama untuk membeli hutan agar tidak dialihfungsikan menjadi perkebunan, tambang, atau perumahan.

Baca Juga: UPI Putuskan Pembebasan UKT hingga Lulus bagi Olivia, Mahasiswi Korban Banjir Bandang Agam

Sebuah langkah yang jarang dibayangkan sebelumnya, namun justru terasa dekat dengan semangat gotong royong masyarakat Indonesia.

Para pengikut Pandawara melihat ide tersebut sebagai bentuk intervensi langsung dari masyarakat untuk melindungi lingkungan ketika kebijakan dan penegakan hukum dianggap belum cukup kuat.

Kelompok ini telah dikenal sejak 2022 berkat aksi mereka membersihkan sungai dan area wisata yang tercemar sampah.

Reputasi mereka sebagai pahlawan lingkungan generasi muda membuat setiap gagasannya cepat menyebar dan mendapatkan dukungan publik.

Di tengah keresahan masyarakat atas bencana banjir yang terjadi karena rusaknya daerah tangkapan air, gagasan pembelian hutan oleh publik mencerminkan urgensi konservasi jangka panjang.

Halaman:

Tags

Terkini