news

Mengenal Dewi Astutik, Gembong Narkoba Internasional Otak Penyelundupan 2 Ton Sabu Senilai Rp 5 Triliun yang Ditangkap di Kamboja

Kamis, 4 Desember 2025 | 15:00 WIB
Sosok Dewi Astutik, gerbong narkoba internasional ditangkap di Kamboja (YouTube KOMPASTV )

 SketsaNusantara.id - Setelah sekian lama buron, akhirnya Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap ratu gembong narkoba asal Indonesia di Kamboja.

Ia adalah Dewi Astutik, mantan TKW yang berakhir menjadi buronan narkoba internasional jenis sabu di Kepulauan Riau.

Dewi Astutik alias Mami merupakan wanita asal Indonesia yang diyakini sebagai aktor intelektual di balik penyelundupan sabu seberat 2 ton senilai sekitar Rp5 triliun.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Hijrah Gary Iskak, dari Narkoba hingga Taubat Nasuha: Rajin Puasa Daud 2 Tahun Penuh 

Ia akhirnya berhasil diringkus di Sihanoukville, Kamboja, pada Senin, 1 Desember 2025 di Kamboja dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

Penangkapan Dewi Astutik sendiri merupakan hasil operasi senyap lintas instansi yang melibatkan BNN, Kepolisian Kamboja, BAIS TNI, dan fasilitas diplomatik dari KBRI Phnom Penh.

Dewi Astutik bukanlah pelaku biasa, wanita yang awalnya merupakan seorang TKW tersebut berakhir menjadi gembong narkoba kelas kakap internasional.

Baca Juga: Tak Ditahan, Setelah Asesmen Onadio Leonardo Resmi Jalani Rehabilitasi Narkoba Selama 3 Bulan di Jakarta Selatan

Dewi Astutik disebut sebagai otak di balik kasus penyelundupan 2 ton sabu yang berhasil digagalkan di perairan Riau dan Batam pada Mei 2025. 

Jaringan yang dipimpinnya beroperasi di kawasan Golden Triangle yakni Thailand, Laos, Myanmar dan ia juga memiliki koneksi ke Golden Crescent yakni Afghanistan, Iran, Pakistan.

Bukan hanya sabu, Astutik juga disebut sebagai penyalur berbagai jenis narkotika seperti kokain, dan ketamin.

Baca Juga: Pesan Beby Prisilia untuk Onadio Leonardo yang Kembali Terjerat Narkoba: Kamu Cuma Lalai dan Bodoh

BNN mengungkapkan bahwa Dewi Astutik juga terlibat kasus besar terkait jaringan Golden Crescent dan ia juga recruiter jaringan narkoba Asia Afrika.

Selain itu ia juga disebut terlibat dalam satu jaringan dengan gembong narkoba besar lainnya, Fredy Pratama, yang hingga kini masih menjadi buronan.

Halaman:

Tags

Terkini