Dalam sambutannya, ia menegaskan kesiapan pemerintah untuk terlibat dalam inisiatif yang berdampak bagi masyarakat, termasuk mendorong program pemajuan kebudayaan.
Pemukulan gong menjadi tanda resmi dibukanya DevFest Bandung 2025. Setelah itu, kegiatan berlangsung sepanjang hari melalui sesi tech conference, lightning talks, panel discussion, women empowerment, lecture, hingga live podcast.
Jumlah pembicara mencapai 20 orang, masing-masing membawa perspektif keahlian yang beragam.
Peserta tidak hanya mendengar materi, tetapi juga mengikuti demonstrasi. Banyak sesi memberi pengalaman langsung tentang cara menerapkan teknologi dalam konteks pekerjaan. Workshop menjadi salah satu bagian yang paling banyak diminati. Raihan (18), mahasiswa informatika, menyebut sesi itu sangat membantu.
“Saya terpuaskan dengan acara DevFest Bandung 2025,” ujarnya. Ia merasa perspektif baru yang ia dapatkan dapat langsung ia terapkan pada proyeknya.
DevFest Bandung 2025 juga didukung oleh berbagai sponsor seperti Logitech, WPU Course, Kliktron, Goers, MSI, dan Torch. Acara ini mengangkat isu keberlanjutan dengan menggandeng Hareudang Bandung dalam pengelolaan food waste.
Dukungan tersebut memperkuat pelaksanaan acara yang tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!