SketsaNusantara.id - Kegiatan donor darah di Kecamatan Ledokombo kembali mendapat perhatian warga.
Gelaran yang diadakan PMI pada Rabu, 3 Desember 2025, berlangsung lancar dan menarik banyak peserta.
Antusiasme ini terlihat dari kehadiran masyarakat yang mengikuti proses pendaftaran hingga pemeriksaan awal. Dalam kegiatan tersebut, panitia berhasil menghimpun 28 kantong darah yang siap didistribusikan ke UDD PMI Jember.
Jumlah tersebut dinilai berarti karena kebutuhan darah terus meningkat. Permintaan dari fasilitas kesehatan di wilayah Jember cenderung stabil namun sering kali bertambah pada periode tertentu.
Stok yang aman menjadi hal penting agar pelayanan medis tidak terhambat. Donor darah di tingkat kecamatan seperti di Ledokombo membantu menambah ketersediaan darah yang kemudian diproses sesuai standar PMI.
Sekretaris PMI Kecamatan Ledokombo, Misnan, menyampaikan apresiasinya kepada warga yang terlibat.
“Kami sangat berterima kasih atas partisipasi aktif masyarakat Ledokombo. Setiap tetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi nyawa sesama. Suksesnya acara ini adalah bukti nyata kepedulian warga,” ujarnya.
Ungkapan tersebut menggambarkan kontribusi masyarakat dalam mendukung kebutuhan darah bagi pasien di berbagai layanan kesehatan.
Meski kegiatan berlangsung baik, tidak semua calon pendonor dapat melanjutkan proses pengambilan darah. Tercatat ada delapan peserta yang tidak lolos pemeriksaan awal.
Penolakan ini merupakan bagian dari standar yang wajib dipenuhi dalam setiap proses donor darah. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi fisik pendonor benar-benar aman sebelum mendonorkan darahnya.
Beberapa faktor menjadi alasan penolakan tersebut. Sebagian calon pendonor memiliki tekanan darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Kondisi tekanan darah yang tidak stabil dapat berisiko bagi keselamatan pendonor saat proses berlangsung.