Dilansir dari beberapa sumber, dijelaskan bahwa reuni Akbar 212 adalah momen memperingati massa aksi 212 pada tahun 2016.
Terdapat sejarah cukup panjang hingga terbentuknya massa aksi 212 dan sampai terus diperingati setiap tahunnya hingga saat ini.
Awalnya, massa aksi 212 terbentuk oleh sebagian umat Islam yang merasa tersinggung atas pidato yang disampaikan oleh Ahok.
Seperti yang diketahui bahwa Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama (BTP) adalah Gubernur DKI Jakarta saat itu.
Peristiwanya terjadi saat Ahok mengunjungi Kepulauan Seribu dan ia berpidato dihadapan warga.
Saat itu BTP mengatakan bahwa ada segelintir oknum yang melakukan provokasi terhadap masyarakat agar tidak memilih dirinya dengan memakai surah Al-Maidah ayat 51 tentang pemimpin.
Potongan video saat Ahok berpidato itu pun tersebar dan menjadi viral, hingga banyak kecaman yang mengarah padanya.
Baca Juga: Galak Serang Ahok! Jejak Digital Andre Rosiade Diungkap Publik, Netizen: Yuk Viralin Lagi
Hingga akhirnya lahirlah massa aksi 212 yang mendesak agar suami Puput Nastiti itu segera dipenjara.
Akhirnya setelah demo besar yang dilakukan oleh massa aksi 212, Ahok dipenjara selama 2 tahun dan terhitung sejak 2017.
Dan setelah peristiwa tersebut, massa aksi 212 masih terus memperingati dan berkumpul setiap tanggal 2 Desember.
Baca Juga: Ahok Bongkar Skandal Korupsi Pertamina, Sebut Ada Permainan di Dalam PT Pertamina Patra Niaga
Massa aksi 212 juga selalu memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro terhadap rakyat.***