news

Fakta di Balik Viral Penjarahan Minimarket di Tapanuli Tengah dan Sibolga Setelah Distribusi Bantuan Terhambat dan Jalur Utama Terputus Total

Minggu, 30 November 2025 | 17:00 WIB
Viral aksi penjarahan minimarket di Tapanuli Tengah dan Sibolga. (Instagram/sumutnusantara)

BNPB juga mengakui adanya keterbatasan kapasitas pengangkutan logistik yang mempengaruhi kecepatan distribusi. Namun, Suharyanto menyebut situasi di Tapanuli Tengah dan Sibolga kini mulai kondusif.

Ia mengatakan bahwa jalur utama di beberapa wilayah masih terputus sehingga pengiriman bantuan memang membutuhkan waktu lebih panjang. Kondisi tersebut membuat beberapa daerah terisolasi dan mengandalkan pengiriman melalui udara.

Dalam konferensi pers yang sama, BNPB memaparkan data terbaru mengenai bantuan yang sudah mencapai wilayah terdampak.

Untuk Kota Sibolga, bantuan yang dikirim berupa 200 paket sembako, 200 paket makanan siap saji, satu tenda pengungsi, 100 matras, 20 kasur, 100 selimut, pompa, enam unit HT, satu genset, dan satu perahu. Semua bantuan dikirimkan melalui jalur udara karena akses darat belum dapat dilalui secara aman.

Tapanuli Tengah menerima bantuan dengan jumlah lebih besar dibandingkan Sibolga. Distribusi dilakukan dari berbagai titik yang sudah dapat dijangkau.

Suharyanto mengatakan bahwa daerah di luar kedua wilayah tersebut relatif lebih mudah ditembus baik melalui udara maupun darat sehingga proses distribusi bantuan dapat berlangsung lebih cepat.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini