news

Pesan Tegas Prabowo di Hari Guru 2025 tentang Murid Nakal dan Peran Orang Tua, Kisah Kepala Sekolah dan Anak Jenderal Ini Jadi Sorotan

Sabtu, 29 November 2025 | 21:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto ingatkan tentang ketegasan guru. (Instagram/@prabowo)

SketsaNusantara.id - Pesan tentang ketegasan guru menjadi salah satu sorotan utama dalam Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Jakarta.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter murid. Ia menegaskan kembali tanggung jawab pendidik yang tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga menanamkan kedisiplinan sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan di hadapan ribuan peserta yang hadir dalam acara tahunan tersebut.

Baca Juga: Rayakan Hari Guru Nasional, BRI Peduli Salurkan Bantuan dan Apresiasi untuk Para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Prabowo menekankan bahwa guru membutuhkan ruang otoritas agar proses pendidikan berlangsung efektif. Menurutnya, banyak peristiwa di sekolah terjadi akibat murid yang menunjukkan perilaku kurang disiplin.

Ia menilai bahwa pemahaman orang tua mengenai kondisi di sekolah sering kali tidak menyeluruh. Karena itu, ia meminta masyarakat memberi kepercayaan kepada pihak sekolah saat menghadapi perilaku murid yang dianggap bermasalah.

Dalam pidatonya, Prabowo memberi penekanan melalui pernyataan langsung. Ia berkata, "Jadi, hai orang tua di mana-mana, kalau guru itu keras, jangan-jangan anakmu yang nakal."

Baca Juga: Inspirasi Puisi Spesial Hari Guru Nasional: Kata-Kata Indah untuk Menghargai Sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa tindakan tegas guru tidak harus langsung dinilai negatif. Ia menilai perlunya pemahaman lebih luas terhadap dinamika di sekolah agar proses pendidikan berjalan lebih baik.

Prabowo juga menyinggung sebuah cerita mengenai murid yang menunjukkan perilaku tidak sopan. Ia menggambarkan sebuah kejadian ketika seorang murid membanting pintu hingga membuat kepala sekolah mengambil keputusan disiplin. Murid tersebut kemudian diberhentikan dari sekolah.

Namun keputusan itu menimbulkan tekanan tersendiri karena murid tersebut merupakan anak dari seorang perwira tinggi. Situasi itu membuat kepala sekolah merasa canggung dengan langkah yang sudah diambil.

Menurut cerita Prabowo, kepala sekolah akhirnya menghubunginya untuk meminta arahan. Ia menegaskan agar pihak sekolah tetap berpegang pada aturan yang ada. Dalam cerita tersebut, Prabowo mengungkapkan kalimat langsung ketika memberi arahan kepada kepala sekolah.

Ia mengatakan, "Enggak usah ragu-ragu. Mana jenderal itu? Suruh menghadap saya." Prabowo menyebut sang perwira tidak datang setelah diminta untuk bertemu.

Halaman:

Tags

Terkini