“Jadi kita itu merekam saat kejadian itu, tapi kita tidak sadar kalau kejadian itu bakal jadi tersebar,” ujar mahasiswa pengunggah video.
Saat ditanya tujuannya merekam, mahasiswa perempuan itu menjelaskan, tindakannya tersebut hanya sebatas bersenang-senang.
“Tujuan saya merekam itu, nggak ada tujuannya sih. Cuma saya ingin bersenang-senang,” ujarnya lagi.
Ia mengaku, selain dirinya, beberapa rekannya yang juga berada di dalam ambulans juga melakukan hal serupa.
Kendati demikian, ialah yang menguggah video tersebut hingga akhirnya tersebar dan viral di media sosial.
“yang meng-upload sih saya, tapi saya nge-tag temen-temen saya dan di-repost oleh temen-temen saya,” terangnya lagi.
Sebelum menemui Arya Wedakarna, mahasiswa pemilik akun Instagram @bb.hospitality ini juga sempat memberikan klarifikasi lewat unggahan Insta Story pada 27 November 2025.
“Mohon izin menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi hari ini,” tulisnya.
Dalam klarifikasinya, pemilik akun @bb.hospitality menceritakan kronologi dari rekamannya yang viral.
“Yang sebenarnya terjadi, yakni memang benar adanya kami berada di mobil ambulans tersebut dikarenakan memang benar kami pasien (tidak gawat darurat),” tulisnya lagi.
Berdasarkan pengakuannya, ia dan keenam rekannya disarankan untuk menaiki mobil ambulans dari pihak rumah sakit menuju laboratorium tempat mereka akan melakukan rentcal swab.
Ia menambahkan, sirine yang digunakan bukanlah sirine tanda gawat darurat.
Kendati demikian, ia mengaku telah melakukan kesalahan hingga memohon maaf kepada publik.