"Selama ini sudah tersebar inisialnya V itu adalah bernama Varah," tambahnya.
Katanya, hotel tempat check-in ADP dan Varah dipesan oleh Arya Daru Pangayunan, namun ada juga yang dipesan oleh V melalui platform pemesanan hotel.
Pemesanan hotel yang dilakukan oleh keduanya kemungkinan mencapai 24-25 kali, dan itu dilakukan dalam rentang waktu 2024-2025.
Perihal munculnya sosok wanita inisial V ini membuat Nicholay mempertanyakan beberapa hal kepada pihak kepolisian Polda Metro Jaya.
"kemudian kami mempertanyakan 'apakah Varah sudah diperiksa secara mendalam?', menurut penyidik Varah sudah diperiksa sebanyak dua kali," ucapannya.
Selain itu, ia juga bertanya perihal alasan Arya Daru dan Varah memesan kamar hotel, namun pihak kepolisian tak dapat menjawab.
"Yang saya pertanyakan adalah 'apakah sudah diperiksa kenapa dia memesan hotel? untuk apa? untuk kepentingan siapa?' itu tidak bisa dijawab," katanya lagi.
Nicholay Apriliando juga mempertanyakan perihal bukti tindakan asusila yang dilakukan ADP dengan Varah.
Namun lagi-lagi pihak kepolisian tak dapat menjawab pertanyaan dari pengacara keluarga Arya Daru Pangayunan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!