Walaupun tidak merinci perangkat mana yang dinilai tidak hadir, pernyataan itu dianggap mengisyaratkan adanya potensi kerawanan. Kawasan industri Morowali berada dekat jalur laut strategis yang masuk dalam Alur Laut Kepulauan Indonesia. Jalur tersebut memiliki peran penting dalam logistik nasional serta pengamanan wilayah.
Dalam keterangan yang dikutip dari situs resmi Kementerian Pertahanan, lokasi bandara itu berada dekat ALKI II dan III. Kedua jalur itu merupakan rute penting antara arus perdagangan, mobilitas logistik, dan kepentingan pertahanan. Kondisi ini membuat pengawasan terhadap fasilitas transportasi udara di kawasan tersebut menjadi bagian dari kepentingan lintas sektor.
Sjafrie menyampaikan bahwa kurangnya pengawasan bisa menimbulkan kerawanan bagi kedaulatan ekonomi dan keamanan nasional. Pernyataannya juga menekankan perlunya penegakan regulasi dalam setiap fasilitas strategis di wilayah industri. Di akhir penjelasannya, ia menegaskan komitmen pemerintah dalam mengatasi aktivitas ilegal yang dapat merugikan negara. “Negara tidak akan berhenti menindak kegiatan ilegal yang merugikan kekayaan nasional,” ujarnya.
Penjelasan Wamenhub menjadi respons resmi terkait isu tersebut. Pemerintah menekankan bahwa bandara Morowali telah terdaftar, diawasi, dan berada dalam pemantauan aparat negara. Dengan adanya kejelasan status dan keberadaan personel resmi di lapangan, pemerintah berharap isu mengenai pengawasan bandara itu dapat dilihat berdasarkan data yang ada.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!