Firman juga menyinggung soal filosofi yang harusnya menjadi pegangan hingga saat ini, apa yang diambil dari alam harus dikembalikan ke alam.
Jumlah Gumuk Mempengaruhi Bencana yang Terjadi?
Gumuk memang berfungsi sebagai penahan angin dan pengurang risiko bencana hidrometeorologi.
Namun menurut Firman, bencana tidak murni disebabkan hilangnya gumuk, tetapi gumuk berperan memperparah atau memperkecil dampaknya.
"Gumuk itu menyerap air. Kalau hilang, hujan deras yang harusnya tertahan justru melimpas jadi banjir,"
Pentingnya Narasi Untuk Menjaga Gumuk
Baginya, kepemilikan gumuk yang bersifat pribadi menjadi tantangan besar dalam menjaga keberadaannya. Namun di sisi lain, Firman melihat hal ini justru menjadi sebuah peluang.
"Karena gumuk dimiliki pribadi, maka kuncinya adalah usaha kolektif. Kita harus membangun narasi yang kuat agar masyarakat punya ratusan alasan untuk menjaga gumuknya,"
Narasi-narasi yang bisa diciptakan untuk menjaga keberadaan gumuk pun bervariasi, mulai dari tradisi, budaya lokal, pendidikan, folklore kontemporer, hingga kisah spiritual yang dapat mengikat warga pada gumuk.
"Kalau gumuk hilang, kita tidak bisa bikin lagi. Tapi pasir sungai akan datang lagi, kayu bisa ditanam lagi. Banyak opsi, asal kita mau melihatnya," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!