Ia juga menyebut posisi Afrika Selatan yang strategis sebagai pintu masuk bagi perluasan kegiatan ekonomi RI ke wilayah Afrika yang lebih luas. Arah kerja sama yang ia sampaikan mencakup penguatan jaringan manufaktur hingga kolaborasi industri.
Gibran juga memberikan apresiasi terhadap sejumlah Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani. Ia menggarisbawahi kesiapan Indonesia dalam memperkuat kolaborasi di berbagai bidang.
Sebagian materi pidatonya menegaskan optimisme kerja sama RI dengan Afrika di masa depan.
Ia menyampaikan, “Kedua Presiden sepakat untuk bebas visa masuk, jadi saya pikir ini kabar baik bagi Anda semua, tidak ada lagi visa.” Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia menyinggung pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Afrika Selatan Matamela Cyril Ramaphosa pada Oktober 2025.
Kebijakan bebas visa itu disebut sebagai tindak lanjut dari hubungan yang kian erat antara dua negara.
Dalam forum itu, Gibran juga menerangkan bahwa kunjungan Presiden Ramaphosa ke Jakarta beberapa minggu sebelumnya menjadi landasan penting bagi keputusan tersebut. Respons para peserta forum terlihat positif setelah pengumuman kebijakan tersebut disampaikan.
Sementara itu, pernyataan sebelumnya dari Presiden Prabowo menunjukkan bahwa penguatan kerja sama RI–Afrika Selatan memang telah diproyeksikan sejak awal.
Dalam pertemuan Oktober 2025, Prabowo menyampaikan dorongan untuk mempercepat implementasi sejumlah perjanjian. Dalam kesempatan itu, ia mengatakan, “Kami juga berharap dapat menjalin kerja sama yang lebih erat di bidang pengaturan antarmasyarakat, misalnya, pengaturan bebas visa bersama.”
Keseluruhan agenda di Johannesburg memperlihatkan penguatan arah hubungan dua negara tersebut. Kombinasi momen interaksi, penyampaian pidato, serta pengumuman kebijakan bebas visa menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Gibran sebagai Wakil Presiden RI.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!