SketsaNusantara.id - Media sosial belum lama ini dikejutkan dengan unggahan video yang memperlihatkan kisah haru pelajar sekolah dasar (SD) yang bisa bertemu kembali dengan anggota keluarga yang sempat hilang.
Suasana haru menyelimuti saat rombongan siswa-siswi SD Luqman Al Hakim Kaliurang melakukan kunjungan ke UPTD Lingkungan Pondok Sosial atau Liposos Jember beberapa waktu lalu.
Kunjungan 93 siswa SD Luqman Al-Hakim berubah menjadi pengalaman emosional yang tak terlupakan. Agenda outing class yang ditujukan untuk mengenal lebih dekat layanan sosial, seketika berubah menjadi momen penuh air mata, setelah terjadi keajaiban kecil yang tak terduga.
Momen haru semakin terasa ketika salah satu siswa tak sengaja bertemu kembali dengan neneknya yang berada di Liposos, yang berada di Jalan Tawes, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Momen tersebut terekam kamera yang seketika mencuri perhatian publik. Dalam video berdurasi 30 detik, tampak siswa siswi SD Luqman Al Hakim tak kuasa menahan tangis dan berpelukan memberikan dukungan pada murid yang tak sengaja kembali bertemu dengan anggota keluarganya.
"Momen haru siswa SD Luqman Al Hakim Kaliurang temukan neneknya yang hilang saat outing class ke UPTD Liposos Jember," begitulah yang tertulis dalam unggahan video, dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @aslijembermat.
"Kunjungan 93 siswa pada hari Rabu, 19 November 2025 berubah jadi pengalaman penuh air mata," imbuhnya.
Kepala UPTD Liposos Jember menceritakan bahwa para siswa awalnya melakukan kunjungan sekolah untuk memahami tentang kehidupan para penghuni Liposos, termasuk kehidupan para lansia yang terpisah dari keluarganya.
Siswa-siswi kelas 5 SD itu berinteraksi secara langsung dengan para penghuni Liposos. Beberapa dari mereka juga ikut mendengarkan kisah hidup ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) dan lansia yang memiliki pengalaman pahit seperti ditolak keluarga, diusir, hingga terlantar tanpa arah sebelum akhirnya dirawat di Liposos Jember.
Kisah tersebut membuat banyak siswa tak kuasa menahan tangis. Mereka menyadari betapa keras dan sepi kehidupan sebagian manusia lanjut usia yang tidak lagi memiliki tempat pulang.
"Setelah melihat langsung kehidupan para pasien, kami tidak menyangka anak-anak ini sampai menangis. Mereka sangat terharu mendengar cerita para penghuni yang dirawat di Liposos," ujar Roni Efendi, Kepala UPTD Liposos Jember pada hari Kamis, 20 November 2025.